31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaDaerahKelompok Peternak Cengkir...

Kelompok Peternak Cengkir Gading Kembangkan Kotoran Hewan Jadi Biogas

BETANEWS.ID, BOYOLALI – Beberapa orang terlihat cukup sibuk di sebuah peternakan yang berlokasi di Dusun Padokan, Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupatan Boyolali. Mereka tampak bahu membahu membuat kandang baru menggunakan bambu. Di bagian lain kandang, beberapa orang tampak mengolah kotoran sapi di sebuah pondasi yang dibangun dalam tanah. Rupanya, mereka sedang membuat biogas dari kotoran hewan.

Pembina Kelompok Peternak Cengkir Gading, Wahid Ikhsani Putra mengatakan, dengan adanya biogas bantuan dari DPPU Adi Sumarmo tersebut, masyarakat setempat dapat memenuhi mandiri secara energi dan pangan.

Anggota Kelompok Peternak Cengkir Gading sedang membuat biogas. Foto: Khalim Mahfur.

“Jadi dari limbah ini kemudian akan difermentasi menjadi dua, yakni menjadi kompor dan yang kedua menjadi listrik mandiri untuk kandang dan jalan,” beber pria yang kerap disapa Gus Wahid itu, Senin, (11/10/2021).

- Ads Banner -

Baca juga: Keren! Pria Boyolali Ini Sulap Limbah Tahu jadi Biogas untuk Memasak

Tak hanya itu, zat sisa dari biogas yang biasa disebut sluri juga dimanfaatkan anggota kelompok menjadi pakan ikan dan bebek.

Menurut Gus Wahid, keberhasilan ini merupakan upaya bersama anggota kelompok yang memulaiusaha dari modal nol. Dia menceritakan, awalnya kelompok ini cuma punya keramba kecil untuk lele. Usaha itu kemudian berkembang menjadi peternakan domba, dan kini sudah memelihara sapi.

“Di ekonomi umat ini, kita mulai apa yang kami bisa. Artinya kita mulai dari Rp 0 termasuk pembuatan kandang yang sederhana ini, bambu-bambunya juga masyarakat yang punya,” kata Gus Wahid.

Ketua Kelompok Peternak dan Petani Cengkir Gading, Suranto menambahkan, dengan bantuan dan pembinaan dari Pertamina tersebut, pihaknya terus belajar untuk lebih bisa mengembangkan potensi dari adanya biogas ini. Ia juga berharap, ke depannya gas-gas yang dihasilkan bisa ditampung dengan menggunakan tabung-tabung gas yang beredar di pasaran.

Baca juga: Di Tangan Roro, Sampah Plastik Disulap Jadi Ecobricks dan Kerajinan Tangan Keren

“Harapannya, anggota kita sejahtera bersama lewat pemanfataan biogas itu dan dampingan dari Pertamina. Kita sangat berharap sekali aggota kita sejahtera bersama karena kami dari ekonomi-ekonomi yang kurang begitu,” katanya..

Suranto menyebutkan, dalam kelompok tani tersebut terdapat kurang lebih 40 orang yang tergabung. Selain bertugas untuk memberi makan tujuh ekor sapi dan sekitar 18 domba, mereka juga bertugas untuk berjaga secara bergiliran.

“Pengerjaannya kita kelompok, kita bikin piket untuk setiap harinya. Setiap hari itu ada sekitar 5 sampai 6 anggota kita. Itupun piket dimulai dari pagi sampai pagi lagi, jadi 24 jam,” tutup dia.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler