Muharram jadi Momen Berbagi, Ratusan Anak Yatim Terima Santunan di Masjid Agung Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS — Sebanyak 350 anak yatim dari berbagai wilayah di Kabupaten Kudus menerima santunan dari Yayasan Masjid Agung Kudus, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan 10 Muharram atau Suro dalam penanggalan Jawa itu berlangsung di kompleks Masjid Agung Kudus.

Santunan tersebut menjadi agenda rutin yang setiap tahun diselenggarakan oleh pengurus Masjid Agung Kudus pada bulan Muharram. Ratusan anak tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan donatur.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengapresiasi para pihak yang telah mendukung kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim merupakan bentuk nyata empati dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

-Advertisement-

“Semoga para donatur yang telah memberikan dukungan dalam rangka santunan anak yatim ini mendapatkan pahala yang tidak terhingga dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Sam’ani.

Menurutnya, perhatian terhadap anak yatim tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus dijaga dan dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan kebutuhan sekaligus memberi semangat kepada anak-anak yatim,” harapnya.

Baca juga : Bubur Asyura Tetap Lestari, Makanan Khas yang Hadir Setiap 10 Muharam

Ketua Umum Pengurus Masjid Agung Kudus, Noor Badi, mengatakan santunan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama membangun kepedulian sosial. Ia berharap anak-anak yatim yang hadir dapat merasakan perhatian dan kasih sayang dari lingkungan sekitar.

“Ini bagian dari ikhtiar bersama untuk memperhatikan anak-anak yatim yang saat ini kehilangan sosok orang tua. Mudah-mudahan mereka tetap semangat menjalani kehidupan dan meraih cita-cita,” katanya.

Dalam kegiatan itu, masing-masing anak yatim menerima santunan berupa uang tunai sebesar Rp250 ribu serta paket makanan. Seluruh penerima manfaat merupakan anak yatim yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kudus dan berusia di bawah 11 tahun.

Noor Badi menjelaskan, pemilihan 10 Muharram sebagai waktu pelaksanaan bukan tanpa alasan. Dalam tradisi Islam, bulan tersebut memiliki banyak peristiwa penting sehingga menjadi momentum yang tepat untuk berbagi kepada sesama, khususnya anak yatim.

“Bulan Muharram memiliki makna istimewa dalam Islam karena banyak peristiwa penting yang terjadi pada masa kenabian. Karena itu, kami memanfaatkan momentum ini untuk berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada anak-anak yatim,” kata Noor Badi.

Selain santunan anak yatim, kata dia, Pengurus Masjid Agung Kudus juga berencana menggelar khitanan massal pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW mendatang. Anak-anak yatim laki-laki yang menerima santunan juga langsung ditawari untuk mengikuti khitanan massal.

“Kegiatan sosial tersebut akan kembali melibatkan masyarakat dan para donatur sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER