31 C
Kudus
Rabu, Desember 8, 2021
spot_img
BerandaUMKMFestival UMKM Gusjigang...

Festival UMKM Gusjigang Semarakkan Hari Santri

BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2021, Asosiasi UMKM Gusjigang menggelar Festival UMKM Bertajuk “Jual Beli Bolo Dewe”.

Festival yang diikuti sebanyak 50 pelaku UMKM tersebut, digelar selama tiga hari, yakni 22-24 Oktober. Kegiatan ini, dipusatkan di B&P Garden Kampung Kuto, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus.

Ketua Asosiasi UMKM Gusjigang Murtono mengatakan, dari 50 stand UMKM yang tersedia dalam festival tersebut, di antaranya ada kuliner, biro wisata, busana, kerajinan dan lain sebagainya.

Bupati Kudus Hartopo mencoba salah satu produk UMKM. Foto: Kartik Wulandari.
- Ads Banner -

Baca juga : Bupati Kudus Canangkan Omah UMKM

Ia menyampaikan, dengan adanya festival tersebut, diharapkan bisa membangkitkan semangat para UMKM di Kudus di masa pandemi.

“Karena sekarang sudah new normal, sehingga saya mencoba mengajak teman-teman UMKM Kudus untuk bergerak bersama-sama,” ujarnya, Jumat (22/10/21).

Murtono juga mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi para anggota Asosiasi UMKM Gusjigang yang mengikuti kegiatan ini.

“Kegitan festival ini di luar ekspetasi saya, karena awalnya saya tantang, kalau ada 50 stand, akan saya ramaikan. Ternyata, antusiasmenya tinggi, sehingga akhirnya saya sediakan tempat,” terangnya.

Rencananya, kegiatan seperti ini akan diagendakan rutin setiap satu bulan sekali, dengan melibatkan 111 UMKM di bawah naungan Asosiasi UMKM Gusjigang.

“Rencananya akan saya adakan kegiatan rutin yang dilakukan secara bergiliran, serta berputar lokasi di tiap-tiap kecamatan,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi kegiatan tersebut. Pihaknya menyebut bahwa kegiatan pemberdayaan UMKM semacam itu diharapkan bisa menggeliatkan perekonomian di Kudus.

Baca juga : Hartopo Minta ASN Ikut Promosikan Produk UMKM dari Kudus saat Kunker

“Tujuan kita, tentunya untuk mengisi lapangan pekerjaan dengan kemandirian ini memang betul-betul kita latih. Dari pemkab akan memfasilitasi terkait masalah pendidikan, karena di sini juga ada anggarannya,” ujarnya.

Diharapkan, dengan adanya pemberdayaan ini, bisa menjadi ketertarikan bagi para wisatawan untuk berkunjung. Lebih dari itu, diharapkan juga bisa menjadi rujukan bagi daerah lain dalam rangka menggeliatkan perekonomian melalui kegiatan pemberdayaan semacam ini.

Editor : Kholistiono

Lipsus 10 - Kisah Oei Tiong Ham, Sang Raja Gula Terkaya di Asia Tenggara dari Semarang

Tinggalkan Balasan

31,087FansSuka
15,127PengikutMengikuti
4,337PengikutMengikuti
70,075PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler