31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaUMKMHartopo Minta ASN...

Hartopo Minta ASN Ikut Promosikan Produk UMKM dari Kudus saat Kunker

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebagai upaya untuk membantu meningkatkan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada masa pandemi Covid-19 ini, Bupati Kudus Hartopo meminta agar aparatur sipil negara (ASN) ikut berperan.

Menurut Hartopo, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membawa produk-produk UMKM dari Kudus ketika melakukan kunjungan kerja ke luar daerah. Baik itu produk kuliner, kerajinan, bahan tekstil ataupun lainnya.

HM Hartopo, Bupati Kudus saat meninjau usaha konveksi di Kecamatan Gebog. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : Imbas Kebijakan ASN Wajib Kenakan Kemeja Bordir, UMKM Bordir di Kudus Alami Lonjakan Penjualan

- Ads Banner -

Hal itu disampaikan Hartopo saat meninjau beberapa tempat produksi pelaku usaha yang ada di Kudus, Jumat (3/9/2021).

“Pemerintah di sini memberikan bantuan dengan pemasaran. Bagaimana memperkenalkan produk lokal, ASN supaya ikut memasarkan. Kalau kunjungan kerja ke luar, bisa bawa produk asli Kudus,” kata Hartopo, Jumat (3/9/2021).

Selain itu, pihaknya juga mewajibkan pegawai pemerintahan untuk mengenakan batik setiap Rabu.

Tak sebatas itu, pihaknya juga meminta agar pihak desa maupun kecamatan untuk ikut melarisi UMKM dengan membeli produk dari warganya sendiri, tanpa harus ke luar wilayah.

“Seperti di salah satu sentra batik di Desa Karangmalang tadi, jadi pihak desa maupun kecamatan bisa mengakomodir. Bisa pesan di sana, tanpa perlu pesan ke luar desa. Itu juga sebagai bentuk bantuan dari pemerintah,” sambung Hartopo.

Pada kesempatan itu, Hartopo mendapati bahwa UMKM sudah memiliki pasarnya masing-masing. Seperti produk batik di Desa Karangmalang, sudah bisa mengirim ke luar daerah. Begitu juga usaha konveksi di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, juga masih melayani permintaan dari luar daerah.

Hartopo berpesan, agar kualitas dan desain dari semua produk tetap dipertahankan. Bukan demi menjaga harga murah, kualitas barang diturunkan.

“Harga silakan dinaikkan, tapi kualitas dan desain barang jangan malah diturunkan. Kualitas dan desain harus dipertahankan dan perlu ditingkatkan,” pinta Hartopo.

Sementara itu, salah seorang pengusaha tekstil di Desa Padurenan yang didatangi Hartopo, Abdul Rouf menjelaskan, bahwa sampai saat ini produksi konveksinya masih terbilang stabil meski diterpa pandemi Covid-19. Hanya saja, pegawai yang susah dicari, membuat Rouf sedikit kewalahan.

Baca juga : Gairahkan UMKM Kudus, Pelaku Usaha Akan Dilatih Pemasaran Online

“Memang di awal sempat terdampak karena banyak yang off. Namun sekarang sudah mulai beranjak naik. Pesanan juga mulai naik. Kesulitannya itu mencari tenaga kerja,” kata dia.

Di sisi lain, pihaknya juga berharap agar pertumbuhan ekonomi pelaku usaha di Kudus bisa semakin membaik. Terlebih saat ini Kudus sudah turun level 2 dalam PPKM yang terus diperpanjang.

Editor : Kholistiono

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler