31 C
Kudus
Rabu, September 22, 2021
spot_img
BerandaSOLOAtasi Pencemaran Bengawan...

Atasi Pencemaran Bengawan Solo, DLH Solo Akan Bantu Industri Kecil Kelola Limbah

BETANEWS.ID, SOLO – Antisipasi pencemaran Sungai Bengawan Solo, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo mewacanakan penyedotan limbah ke tempat industri. Nantinya, DLH akan mengirimkan mobil penampungan untuk mengambil limbah di setiap industri yang tak miliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Kepala DLH Kota Solo, Gatot Sutanto menjelaskan, fasilitas tersebut diperuntukkan industri kecil menengah ke bawah, utamanya yang kecil. Karena banyak ditengarai, mereka itu hanya menyewa tempat dan pembuangan limbahnya tidak permanen.

Menurur Gatot, fasilitas tersebut sangat mendukung perekonomian warga, lantaran akan sangat membantu bagi industri yang terpencar dan tidak mempuyai tempat pembuangan limbah atau IPAL.

- Ads Banner -

Baca juga: Polda Jateng Temukan Produsen Ciu yang Diduga Cemari Bengawan Solo Tak Miliki IPAL

“Kalau kelompok itu kan permanen, mudah mungkin kalau ada lahannya kita buatkan IPAL, seperti yang ada di Sondakan di Batik Laweyan itu kan kelompok. Tapi kalau terpencar kalau dibuatkan IPAL komunal kan nggak efektif, terlalu nyebar kemana-mana,” terangnya, Selasa (14/9/2021).

Dengan gagasan penyedotan ini, lanjut Gatot, nantinya akan dibuatkan IPAL untuk memproses limbah-limbah yang terkumpul.

“Ini dalam proses pendataan, nanti berjalannya setiap hari, sesuai dengan orderan mereka tergantung kapasitasnya apakah harian mingguan atau sebulan sekali. Ya seperti tinja itu lah,” terangnya.

Hingga saat ini, Gatot belum bisa menyebutkan jumlah pasti industri yang nantinya bisa menggunakan fasilitas tersebut karena masih dalam masa pendataan. Kendati demikian, dirinya menyebut sudah ada ratusan industri yang sudah terdata.

Baca juga: Perusahaan yang Cemari Bengawan Solo Terancam Penjara Setahun dan Denda Rp 1 Miliar

Karena masih dalam konsep, Gatot mengatakan bahwa masih dikaji kriteria industri yang dapat menggunakan fasilitas ini. Dirinya juga mengatakan bahwa dalam penrumusannya akan bekerja sama dengan OPD terkair seperti Dinas Koperasi dan UMKM.

“Tapi ini masih dalam perumusan. Ditargetkan di 5 tahun ke depan sudah jalan. Industri itu nggak mungkin kita cegah, nggak mungkin mereka kan harus berputar berproduksi terus,” tandas Gatot.

Editor: Ahmad Muhlisin

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler