31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Gibran Pastikan Bantuan untuk Taman Satwa Taru Jurug Aman Hingga Akhir Tahun Ini

BETANEWS.ID, SOLO – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memberikan perhatian penuh kepada Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ). Sebab, pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, tempat wisata belum diperbolehkan untuk beroperasi seperti biasanya, termasuk TSTJ.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo cukup kesulitan untuk memenuhi biaya operasional, termasuk di dalamnya adalah biaya pakan hewan. Apalagi, sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM yang melarang tempat wisata untuk buka.

Baca juga : Harimau Kurus di Taman Satwa Jurug Viral, Gibran Minta Maaf dan Akan Lakukan Ini

-Advertisement-

Meski mendapatkan anggaran dari APBD, namun selama ini untuk biaya operasional, TSTJ mengandalkan tiket masuk dari pengunjung. Karena pandemi dan PPKM, biaya yang bersumber dari tiket pengunjung pun harus mandek. Sehingga pihak TSTJ harus mengupayakan berbagai cara agar bisa menutup kekurangan biaya operasional dan pakan hewan. Langkah tersebut, di antaranya dengan mengusahakan orang tua asuh untuk satwa, hingga menjual masker.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, bahwa Pemkot Solo sudah menyiapkan bantuan tidak terduga (BTT). Menurutnya, bantuan tersebut sebagai biaya operasional TSTJ yang bisa digunakan bertahan hingga akhir tahun.

“Biar bisa survive sampai akhir tahun. Berat, karena memang ditutup. TSTJ kan pendapatannya dari penjualan tiket,” kata Gibran, Jumat (28/8/2021).

Gibran mengatakan, pihaknya akan terus mengusahakan untuk operasional TSTJ. Dirinya juga tetap berusaha untuk menekan angka Covid-19 di Solo, agar tempat wisata bisa segera buka kembali.

“Yang jelas sudah kita bantu, Insya Allah aman. Beberapa binatang sudah dapat orang tua asuh, sedikit banyak cukup membantu untuk pakan dan kesehatannya,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur TSTJ Bimo Wahyu Widodo mengatakan, bahwa dengan BTT yang akan cair pada September nanti, bisa mengamankan untuk pakan hewan.

“September nanti BTT cair sebesar Rp 193 juta untuk pakan satwa, maupun honor keeper (pengurus satwa). Setiap bulan dievaluasi, misalkan sudah buka kita kan bisa mandiri lagi,” tuturnya saat dihubungi lewat sambungan telepon.

Bimo menyebutkan, bahwa TSTJ saat ini memiliki 28 tenaga pengurus satwa atau keeper. Selain itu, terdapat juga dua tenaga dokter hewan.

Baca juga : Kukuhkan Badan Promosi Pariwisata, Gibran: ‘Tingkatkan Kunjungan ke Solo’

“Pada prinsipnya, TSTJ ini berpotensi dikembangkan, tapikan itu perlu permodalan, perlu update peraturan-peraturan sesuai dengan yang di atasnya melalui BUMN, Mendagri, dan lain-lain,” ujarnya.

Bimo menambahkan, saat pemaparan dengan bagian perekonomian Pemkot Solo, TSTJ akan dikaji, apakah perlu diubah badan hukumnya. Kajian tersebut untuk menentukan TSTJ masuk bagian Perumda atau Perseroda.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER