31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Kukuhkan Badan Promosi Pariwisata, Gibran: ‘Tingkatkan Kunjungan ke Solo’

BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengukuhkan Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Surakarta masa bakti 2021-2024, Rabu (19/5/2021). Mereka ditugaskan Gibran untuk meningkatkan citra pariwisata Kota Surakarta, dan meningkatkan kunjungan baik wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Dalam pengukuhan itu, Retno Wulandari ditunjuk menjadi ketua, disusul Wakil Ketua Andre Rahmanto dan Sekretaris Pri Siswanto. Sementara anggota terdiri dari enam orang yaitu, GM Garuda Indonesia, Abdulah Soewarno (PHRI), Agung Setyodinoto (HPI), Anas Syahirul (media), Ika Florentina (PHRI), dan Sadrah Sumaryoso (pegiat media sosial).

Wali Kota Gibran Rakabuming Raka foto bersama usai melantik pengurus Pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Surakarta. Foto: Khalim Mahfur.

Gibran mengatakan, di tengah Pandemi Covid-19, sektor pariwisata paling terdampak. Ini lantaran ada pembatasan pergerakan orang, pengurangan akses, dan penerbangan ke Solo yang berkurang.

-Advertisement-

“Yang jelas kita pastikan Solo ini aman, maksudnya tidak ada lonjakan angka covid. Yang zona hijau benar zona hijau. Habis itu kita bisa genjot untuk event pariwisatanya,” ujarnya.

Baca juga: Dukung UMKM Solo Ekspor ke Mancanegara, Ini yang Dilakukan Gibran Bersama Shopee

Putra sulung Presiden RI, Joko Widodo itu yakin bahwa di Kota Solo masih banyak yang bisa dikembangkan, disamping aspek kebudayaan yang memang menjadi prioritas. Hal yang dimaksud ialah wellness tourism dan sport tourism yang merupakan sektor baru di dunia pariwisata.

“Sekarang venue-venue olahraga sudah banyak sekali dan kemarin kita sukses menjadi tuan tumah Piala Menpora. Nanti ke depannya harus kita genjot lagi,” kata dia.

Ia jua ingin agar wisatawan yang datang ke Solo menginap di hotel yang ada di Solo ini. Gibran yakin ke depannya percepatan pemulihan ekonomi dan kesehatan (vaksinasi) dapat berjalan beriringan dan paralel.

“Yang jelas dari dulu length of stay-nya Solo ini rendah sekali. Orang ke Solo cuma mampir makan ke soto Gading atau sate Buntel. Itu nginep-nya di Jogja. Itu sudah tidak bisa lagi seperti itu,” ujarnya.

“Yang jelas semua destinasi wisata, hotel, restoran harus mengetatkan protokol kesehatannya. CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability) hari ini dari PHRI juga ASITA sudah ditangani vaksin semua,” sambungnya.

Di sisi lain, Retno Wulandari mengatakan, tantangan sektor pariwisata di masa pandemi ini adalah cara mengambil pasar domestik. Hal tersebut dikarenakan adanya perubahan perilaku konsumen yang berwisata ke Solo.

“Tugas kita menyediakan tempat-tempat yang sudah CHSE. Ini harus kita gaungkan karena menjadi syarat wisata yang akan datang,” terangnya.

Baca juga: Soal Klaster Kelurahan Sumber, Gibran: ‘Mohon Maaf Atas Lonjakan Kasus Covid-19 Ini’

“Jadi hotel di Solo ataupun destinasi wisata di Solo kampanye tentang itu. Artinya kita sendiri harus menyadari bahwa brand ambassador kota itu semua pihak,” lanjutnya.

Retno menambahkan, saat ini yang perlu digarap adalah hal yang bersifat kolaborasi. Pihaknya menggandeng semua stakeholder untuk bisa bersama-sama membangun narasi positif tentang kepariwisataan kota Solo.

“Kita sudah menandatangani beberapa MOU dengan radio juga televisi. Kita akan buat podcast pariwisata atau travel dialog dan kita harus menggali apa yang harus kita dapat dari stakeholder kita,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER