31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Harimau Kurus di Taman Satwa Jurug Viral, Gibran Minta Maaf dan Akan Lakukan Ini

BETANEWS.ID, SOLO – Video seekor harimau yang tampak kurus di Taman Satwa Taru Jurug viral di media sosial beberapa hari terakhir. Video yang pertama kali diunggah oleh akun Instagram @surakartakita dan @sragenkita itu mengundang banyak reaksi dari warganet.

Kebanyakan dari mereka merasa kasihan kepada harimau yang tidak terurus itu. Namun usai mendapatkan berbagai respon dari warganet, unggahan yang menggambarkan kondisi harimau tersebut saat ini telah dihapus dari kedua akun Instagram itu.

Tak hanya menarik atensi warga, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka juga merasa kasihan dengan kondisi itu. Ia lantas mengucapkan permintaan maaf ketika mengetahui kondisi harimau tersebut terlihat kurus. Saat ini, pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran untuk menangani hewan yang ada di Taman Satwa Jurug tersebut.

-Advertisement-

“Kita kan juga sudah nyiapin Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk Jurug. Tapi ketoke kui wes sue nyat kuru deh, Mas, sak urunge aku jabat ketoke wes kuru (Itu kayaknya sudah kurus sejak lama. Sebelum aku menjabat kayaknya sudah kurus),” guraunya, Senin (9/8/2021).

Baca juga: Ari Prasetyo, Pria yang Viral Barter Sepatu dengan Susu Anak Kini Diangkat Gibran Jadi Linmas

Sementara itu, dikonfirmasi lewat telepon, Selasa (10/8/2021), pihak Direktur Utama Taman Satwa Taru Jurug, Bimo Wahyu Widodo mengatakan bahwa menurutnya harimau itu sedang dalam keadaan baik-baik saja. Menurutnya, hal tersebut wajar karena banyak satwa di alam liar yang juga dalam keadaan serupa.

Menurutnya, memelihara satwa itu berbeda dengan memelihara kambing atau ternak lainnya. Di satwa liar, harimau itu makan tidak tiap hari. Makanya, pihaknya memberi waktu harimau untuk puasa selama dua hari dalam sepekan.

“Tujuannya, biar seperti di alam liar. Jadi justru kita menjaga kesehatan satwa itu sudah ada menunya,” katanya.

Bimo melajutkan, satwa yang sehat belum tentu satwa yang memiliki badan gemuk. Dirinya memaparkan bahwa seluruh satwa di Taman Satwa Jurug mempunyai pengasuh masing masing. Selain itu, satwa juga sangat diperhatikan asupan gizinya. 

“Kalau satwa yang dilindungi itu kan sudah ada menunya, harus dijaga kesehatannya, vitaminnya semuanya terjaga. Selama pandemi tidak ada pengurangan apapun untuk menu satwa yang ada di sini. Untuk harimau itu jatahnya Rp 9,9 juta sebulan,” kata dia.

Baca juga: Gibran Diwaduli Warga Soal Fasilitas Rusunawa Semanggi yang Rusak dan Tak Kunjung Diperbaiki

Bimo menambahkan, sebenarnya harimau di alam rata liar mati pada rentang usia 14 hingga 15 tahun. Namun harimau yang bernama Vidi tersebut sudah berusia lebih dari 16 tahun, sehingga bisa dikatakan sudah tua. 

“Satwa di kebanyakan kebun binatang melebihi life spent (rata-rata angka hidup), karena makanannya terjamin, sakit diobati, ada dokter hewah, semuanya di kontrol,” paparnya.

Untuk menyediakan pakan bagi satwa, Bimo juga membuka donasi, baik dalam bentuk pakan maupun berupa uang. Selain itu, taman satwa tersebut juga mendapatkan BTT dari Pemerintah Kota Solo sebesar Rp 190 juta setahun.

“BTT sudah cair Februari, Maret, April, Mei sudah. Nah ini sekarang proses BTT untuk bulan 9, 10, sampai Desember nanti,” tutup Bimo.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER