31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Gibran Diwaduli Warga Soal Fasilitas Rusunawa Semanggi yang Rusak dan Tak Kunjung Diperbaiki

BETANEWS.ID, SOLO – Warga rusunawa Semanggi mengeluhkan rusaknya beberapa fasilitas di rusun yang belum juga diperbaiki. Kerusakan fasilitas tersebut membuat penghuni rusun merasa tergganggu saat melakukan aktivitas.

Keluh kesah warga ini disampaikan langsung pada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka usai meninjau pembagian bantuan sosial tunai (BST) di Kelurahan Mojo, Semanggi.

Kondisi Rusunawa Semanggi yang beberapa fasilitasnya rusak. Foto: Khalim Mahfur.

Mendapat keluhan dari warga tersebut, Gibran langsung menginstruksikan pada Lurah Mojo untuk mendokumentasikan serta mengecek langsung bagian-bagian rusun yang butuh perbaikan dan segera dilaporkan padanya.

-Advertisement-

“Pak Lurah, tolong difoto dan hasilnya laporkan saya, nggih,” tutur Gibran singkat kepada Lurah Mojo, Margono, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Kasihan Pada Pedagang, Gibran Bolehkan 14 Pasar Non-Esensial Buka Kembali

Lurah Mojo, Margono menjelaskan, sebelum ini pihaknya sudah melakukan koordinasi langsung dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Surakarta. Namun, anggaran di dinas tersebut kena refocusing untuk penanganan Covid-19.

“Kami sudah mengkomunikasikan ke perkim, namun anggarannya semua refocusing untuk Covid-19. Jadi belum ada penanganan untuk rusun ini. Setiap ada warga yang mengeluh kita langsung sampaikan ke dinas terkait,” ujar Margono.

Margono mengatakan, Rusunawa Semanggi telah berdiri sejak 2010. Rusun tersebut terbagi dalam dua blok yakni blok A dan blok B. Di masing-masing blok terdapat 4 lantai dengan 96 kamar.

Sementara itu, Ketua RT 06 RW 02 Mojo blok A Rusunawa Semanggi, Sunarto mengatakan, kondisi rusun sudah beberapa kali disurvei oleh pihak-pihak terkait. Namun, sampai sekarang memang beluma da perbaikan.

Baca juga: Jika Temukan Bansos Tunai Tidak Tepat Sasaran, Gibran Minta Warga Lapor Padanya

“Kalau kondisinya memang perlu dibenahi, sanitasi mampet, tembok retak, hidran sudah tidak berfungsi, air artesis yang tidak layak dikonsumsi karena zat besinya terlalu tinggi dan juga IPAL pembuangan limbah,” papar Sunarto.

Sunarto menambahkan, beberapa kerusakan sudah diperbaiki oleh warga sendiri, tapi untuk hidran yang tidak berfungsi warga tidak bisa mengecek karena pipa terletak di dalam tanah. Selain itu, mereka juga secara swadaya memperbaiki beberapa fasilitas tersebut.

“Pipa nya di dalam (tanah). Mungkin sudah tiga sampai empat tahun yang lalu bermasalahnya. Yang menjadi kendala paling kelihatan adalah IPAL, kami  minta tolong pihak IPAL untuk nyedot limbah dan mereka bantu dengan gratis,” terang Sunarto.

Tidak hanya itu, beberapa blok rusun yang ditempati warga juga banyak yang mengalami kebocoran. Menurut sunarto, saat ini warga mengatasi sendiri dengan membuat talang tambahan untuk membuang air. Termasuk juga beberapa pagar besi yang rusak sehingga membahayakan.

Baca juga: Pengusaha Tionghoa Solo Serahkan Bantuan 9 Ribu Paket Beras

“Informasi yang kami terima memang akan direnovasi tapi belum tahu waktunya. Jadi kami sabar menunggu,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota (Disperum KPP) Kota Surakarta Taufan Basuki menjelaskan, pihaknya sudah mempunyai hasil kajian dari kondisi rusun Semanggi.

“Kategorinya adalah rusak struktur pada plat dan balok. Untuk penanganan sudah direncanakan dan dikomunikasikan dengan satuan non vertikal tertentu dan untuk pembenahannya belum bisa dilakukan dalam tahun ini,” tandas Taufan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER