BETANEWS.ID, KUDUS – Tangan Septi Hartati (40) tampak terampil mengoleskan toping kue warna biru di atas donat yang sudah matang. Setelah tertutup sempurna, ia kemudian mengambil cokelat di wadah plastik berbentuk kerucut. Bahan itulah yang kemudian ia gunakan untuk melukis beberapa karakter pesanan pembeli.
Sambil meneruskan pekerjaannya itu, Septi menyempatkan diri untuk bercerita kepada betanews.id soal usaha yang dirintisnya dua tahun lalu itu. Menurut warga Desa Lau, Kecamatan Dawe, kabupaten Kudus itu, ide bisnis muncul karena anaknya suka dengan kue karakter.

“Idenya dari anak terakhir saya yang suka kue tart karakter kartun. Dari situ saya mencoba membuat tetapi dengan donat. Dan alhamdulillah jadi,” ujarnya, Jumat (13/8/2021).
Baca juga: Donat Menul, Donat Kentang dengan Tekstur Lembut dan Empuk
Setelah membuat itu, ia kemudian mempostingnya di media sosial, dan sambutan teman-temannya cukup bagus. Dari situ, Septi kemudian menjadikan donat karakter menjadi salah satu menu di usaha kuenya.
“DI usaha saya tidak hanya membuat donat, tetapi juga membuat bolu tetes, kue kering, dan masih banyak lainnya. Tetapi karena donat karakter penjualannya bagus, ya sudah saya lanjutkan,” katanya.
Menurutnya, bahan utama yang digunakan untuk membuat donat itu adalah kentang. Sehingga, tekstur yang dihasilkan lebih empuk.
“Jadi selain unik, saya juga tetap mengandalkan rasa dan kualitas. Jadi saya menggunakan kentang biar empuk,” beber Septi.
Baca juga: Donut Boys, Donat Kentang Premium yang Selalu Laris Diburu
Gambar yang sering dibuat oleh Septi pun beraneka ragam, mulai dari Doraemon, Hello Kitty, Supermen, Batman, Emoticon, dan masih banyak karakter lainnya. Ia juga menerima pesanan donat untuk acara ulang tahun. “Untuk pilihan gambarnya, apa saja insyaallah saya bisa,” tambah Septi.
Kemudian untuk harganya, Septi menjual dengan pilihan kemasan kotak dan satuan. Untuk kemasan kotak harganya Rp 12 ribu isi 6 dan Rp 25 ribu isi 12. Sedangkan untuk donat satuan harganya mulai Rp 1.000 hingga Rp 3.500.
“Sebelum PPKM, saya bisa menjual 200 kotak sehari. Tapi sekarang paling antara 10 sampai 20 kotak sehari,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

