31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaKUDUSBubur Asyura, Kuliner...

Bubur Asyura, Kuliner Khas yang Ditunggu Saat Buka Luwur Makam Sunan Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Salah satu kuliner khas yang ditunggu masyarakat ketika Buka Luwur Makam Sunan Kudus adalah Bubur Asyura. Bubur yang memiliki rasa unik dan khas ini, hanya bisa dijumpai saat prosesi buka luwur.

Bubur asyura, biasanya akan dibagikan pada sejumlah masyarakat yang berada di lingkup Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus. Untuk sekali memasak, jumlahnya bisa ratusan hingga ribuan porsi.

Tahun ini, ada sebanyak 950 porsi bubur Asyura yang akan dibagikan. 700 porsi bubur yang ditaruh Samir (wadah berbentuk bundar) dan 250 porsi bubur di takir (wadah berbentuk segi empat).

Proses pembuatan bubur Asyura yang menggunakan sembilan bahan baku. Foto: Nila Rustiyani.
- Ads Banner -

Baca juga : Melihat Lebih Dekat Pembuatan Bubur Asyura di Menara Kudus

Humas Panitia Buka Luwur Makam Sunan Kudus Muhammad Kharis mengatakan, karena sekarang ini kondisinya masih dalam pandemi Covid-19, untuk menghindari adanya kerumunan, maka bubur Asyura akan dibagikan langsung ke setiap rumah warga.

Kharis menyebut, untuk bahan yang digunakan dalam pembuatan bubur Asyura, ada 9 jenis. Begitupun dengan toppingnya.

“Tidak ada filosofi khusus, hanya mengikuti dari para sesepuh dulu, resepnya memang seperti ini,” kata Kharis saat melihat pembuatan bubur Asyura di salah satu rumah warga, Rabu (18/8/2021).

Kharis merincikan, 9 bahan baku yang digunakan untuk membuat bubur Asyura. Yakni, beras, kacang tanah, kacang tolo atau kacang tunggak, kacang kedelai, kacang hijau, ubi, singkong, jagung dan pisang.

Sekali memasak bubur ini, bisa sebanyak 3 wajan besar. Dengan waktu memasak sekitar 3 jam dan harus diaduk terus hingga menghasilkan tekstur bubur yang diharapkan.

Sedangkan untuk topping bubur, ada telur dadar, ikan teri, jeruk limau, udang, kecambah atau tauge, tahu, tempe, pentol dan cabai merah.

“Pentol ini berasal dari daging yang dicampur dengan kelapa muda dan dibumbui. Setelah itu digoreng,” ungkapnya.

Dalam pembuayan bubur Asyura ini, ada sekitar 30 orang perewang atau yang membantu. Terdiri dari ibu-ibu dan para remaja putri, yang nantinya juga bertugas membagi bubur ke warga sekitar Menara.

Pembuatan bubur Asyura ini, dikatakan Kharis, sebagai tradisi peninggalan ulama dahulu. Sebagai rasa syukur atas nikmat yang diberikan untuk Nabi Nuh ketika selamat dari banjir bandang. Saat kejadian tersebut, bertepatan pada hari Asyura, 10 Muharram.

“Dulu Nabi Nuh memerintahkan umatnya untuk syukuran karena telah selamat dari bencana. Karena bahan makanan yang terbatas, akhirnya makanan yang tersisa dicampur dan diaduk semacam bubur. Hal tersebut dilakukan oleh para ulama dahulu, dan tradisi tersebut diteruskan sampai sekarang,” ceritanya.

Baca juga : 26.074 Bungkus Nasi Jangkrik Khas Menara Dibagi ke Seluruh Kecamatan di Kudus

Kharis menyampaikan, pada hari ini, Rabu (18/8/2021) atau 9 Muharram, Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) mengadakan berbagai macam kegiatan. Selain mempersiapkan bubur Asyura sejak pagi tadi setelah Salat Shubuh, juga ada Khatmil Quran Bil Ghaib yang dilakukan oleh 30 orang hafidz. Selain itu, ada pula kegiatan santunan anak yatim piatu yang berjumlah 88 orang.

“Kemudian, malam nanti setelah Salat Maghrib, ibu-ibu dan remaja putri di sekitar Menara melanjutkan kegiatan Maulidan di Masjid Menara Kudus. Selanjutnya setelah Salat Isya, bapak-bapak dan para remaja putra yang melanjutkan kegiatan Maulidan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler