BETANEWS.ID, KUDUS – Panitia Kegiatan Buka Luwur Makam Sunan Kudus membagikan nasi jangkrik yang dibungkus daun jati sebanyak 26.074 buah. Kemudian ada 1.832 nasi jangkrik yang dikemas dengan keranjang. Pembagian yang dilakukan pada Sabtu (29/8/2020), tersebut terlihat berbeda dari tahun sebelumnya.
Terlihat tidak ada antrean panjang yang terjadi di depan Menara Kudus. Di depan jalan masuk Makam Sunan Kudus juga terdapat banner pengumuman yang bertuliskan ‘Mohon Maaf Tidak Ada Antrean Berkat Umum’.
Ketua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), KH. Em Nadjib Hassan menuturkan, tahun ini pihaknya tidak membuka antrean berkat umum. Hal tersebut karena adanya pertimbangan protokol kesehatan Covid-19.

Baca juga : Melihat Lebih Dekat Pembuatan Bubur Asyura di Menara Kudus
Menurutnya, nasi jangkrik tetap dibagikan, namun dengan cara didistribusikan petugas ke setiap kecamatan. Nantinya, koordinator kecamatan akan membagikan ke desa, tokoh dan sendang yang ada di Kabupaten Kudus.
“Jadi sendang atau belik ini yang pernah ikut kirab banyu panguripan kegiatan kemarin,” tuturnya.
Nadjib menuturkan, dengan tidak adanya antrean berkat umum, pihaknya meminta pengertian dari masyarakat. Mengingat saat ini, Kudus masih menjadi wilayah yang terpapar Covid-19. Dirinya berharap, dalam kegiatan Buka Luwur Sunan Kudus tahun depan, antrean berkat umum bisa dilakukan lagi.
“Ini pembagian ke sembilan kecamatan dan tempat-tempat lainnya. Semoga hubungan baik masyarakat Kudus terus terjaga,” terangnya.
Sementara itu, Humas Panitia Kegiatan Buka Luwur Makam Sunan Kudus Muhammad Kharis menuturkan, tahun ini jumlah nasi jangkrik yang dibuat lebih sedikit ketimbang tahun 2019.
Menurutnya, untuk berkat keranjang tahun 2020 sejumlah 1.832 buah, sedangkan tahun 2019 yakni 2.396 buah. Sedangkan, nasi jangkrik yang dibungkus biasa dengan daun jati, tahun 2020 yakni 26.074 buah. Sedangkan, tahun 2019 yakni 33.662 buah.
“Memang tahun ini lebih sedikit ketimbang tahun kemarin,” tuturnya.
Menurut Kharis, distribusi nasi jangkrik dilakukan di sembilan kecamatan di Kudus. Dicontohkan seperti Kecamatan Undaan mendapatkan 1.105 buah dan Kecamatan Gebog 3.055 buah.
“Ada juga napi, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan eks napi sejumlah 300 buah,” tuturnya.
Baca juga : Tahun Ini Menara Kudus Tiadakan Antrean Pembagian Nasi Jangkrik
Selain itu, pihaknya juga membagikan berkat salinan sodaqoh kepada masyarakat di loket sebelah selatan Kantor YM3SK. Menurut Kharis, brerkat salinan sodaqoh diberikan kepada masyarakat yang bersodaqoh dalam kegiatan Buka Luwur Sunan Kudus.
“Jadi ada yang bersodaqoh kambing, kerbau, beras, gula dan lain-lain. Mereka dikasih kartu untuk ditukarkan dengan nasi jangkrik,” jelasnya.
Tahun ini, lanjut Kharis, panitia menerima sodaqoh berupa kerbau 16 ekor, kambing 63 ekor, ayam 10 ekor serta bantuan bumbu, kain, beras dan sebagainya.
“Untuk nasinya, tahun ini lebih sedikit 6.760 kilogram. Kalau tahun lalu 7.280 kilogram,” tuturnya.
Editor : Kholistiono

