31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Melihat Lebih Dekat Pembuatan Bubur Asyura di Menara Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah perewang perempuan terlihat sibuk menyiapkan olahan Bubur Asyura di kawasan Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK), Jumat (28/8/2020). Kudapan yang hanya dibuat satu kali dalam setahun tersebut dimulai sejak pukul 04.30 WIB.

Terlihat sejumlah bahan sudah dipersiapkan di wadah yang terbuat dari anyaman bambu. Yakni kacang tanah, kacang tolo, kedelai, kacang hijau, jagung, singkong, ketela rambat dan pisang. Terdapat juga daun pandan, serai, kayu manis dan garam.

Menurut Koordinator Perewang Dapur Putri, Muflichah Fatchan (60), tahun ini pihaknya membuat tujuh kawah Bubur Asyura. Satu kawahnya, selain menggunakan berbagai macam biji, juga terdapat bahan berupa beras sejumlah lima kilogram.

-Advertisement-
Beberapa perempuan sedang menyusun Bubur Asyura di piring. Foto: Imam Arwindra

Baca juga : Tahun Ini Menara Kudus Tiadakan Antrean Pembagian Nasi Jangkrik

“Jadi prosesnya sekitar 3,5 jam,” tuturnya saat ditemui di sela-sela aktivitas memasak.

Muflichah menjelaskan, proses untuk membuat Bubur Asyura dimulai dari merebus bahan-bahan berupa kacang tanah, kacang tolo, kedelai, kacang hijau, jagung, singkong dan ketela rambat.

Setelah itu, adonan rebusan bijian-bijian tersebut dicampur dengan santan dan beras. Menurut Muflichah, adonan Bubur Asyura tersebut juga diberi bumbu gulai, pandan, serai, kayu manis dan garam.

“Juga dimasukkan pisang yang sudah dipotong kecil-kecil. Jumlah pisangnya per kawah yakni satu sisir,” terangnya.

Setelah matang, adonan bubur ditiriskan terlebih dahulu lalu dipindah dalam wadah yang terbuat dari daun pisang. Kata Muflichah, terdapat dua wadah yang dipersiapkan, yakni berbentuk samir dan takir.

“Nanti juga dikasih toping sebanyak sembilan buah. Ada jeruk Bali, tauge, lombok merah, tahu, tempe, teri, udang, penthul dan telur dadar yang sudah dicacah memanjang,” tuturnya.

Muflichah melanjutkan, dalam pembuatan Bubur Asyura tahun ini, pihaknya membuat sejumlah 1.050 porsi. Nantinya bubur tersebut langsung dibagikan kepada masyarakat sekitar Menara Kudus dan saat kegiatan Al Barjanji.

“Jumlahnya 1.050 porsi. Untuk samir 750 porsi dan takir 300 porsi. Yang takir nanti akan dibagikan saat kegiatan Al Barjanji,” tuturnya.

Baca juga : Penggantian Luwur Makam Sunan Kudus Butuh 1.588 Meter Kain Mori

Muflichah menceritakan, awal adanya Bubur Asyura yakni diambil dari kisah Nabi Nuh. Menurutnya, ketika itu Nabi Nuh turun dari kapalnya setelah diterpa banjir bandang yang hebat dan terombang-ambing di air selama berbulan-bulan.

Saat menyentuh daratan, Nabi Nuh memerintahkan umatnya untuk mengumpulkan bahan makanan yang tersisa dari dalam kapal.

“Bahan makanan tersebut kemudian dicampur menjadi satu, dan menyerupai olahan bubur. Jadi bubur ini disajikan untuk bertahan hidup,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER