BETANEWS.ID, SOLO – Meningkatnya jumlah penderita Covid-19 di Kelurahan Serengan, membuat Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Palang Merah Indonesia (PMI) setempat membagikan desinfektan kepada warga, Rabu (7/7/2021).
Ketua SIBAT PMI kelurahan Serengan, Nugroho Priyanto mengatakan, kegiatan tersebut baru pertama kali dilakukan di Solo, bahkan di Jawa Tengah. Dirinya juga mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri di rumah masing-masing.

“Kita melihat bahwa penyemprotan yang dilakukan selama ini di luar menurut kita sudah baik, tapi masih kurang efektif. Karena itu kita imbau ke masyarakat untuk bisa melakukan penyemprotan mandiri di rumah masing-masing. Mereka bisa minimal sehari sekali bisa menyemprotkan secara rutin,” kata dia.
Baca juga: Selama PPKM Darurat, Sepanjang Jalan dr Radjiman Solo Ditutup
Dikatakan Nugroho, kegiatan ini sangat didukung oleh PMI Kota Solo. Dana pembelian botol dan desinfektan tersebut sebagian merupakan hasil iuran dari ketua RT di Kelurahan Serengan serta dana dari Sibat PMI.
“Kita hanya meminta satu RT itu Rp 50 ribu saja. Total yang kita peroleh dari perkumpulan RT itu sekitar Rp 3.250.000 kemudian ditambah dari donasi teman-teman Sibat, tambahan dari Lurah dan sebagainya dan donatur lain,” paparnya.
Desinfektan tersebut berjumlah 2.394 Botol yang kemudian disalurkan ke 64 RT yang ada di Kelurahan Serengan. Desinfektan tersebut berbahan dasar seperti pada umumnya, yakni Klorin serta bahan pencampur lainnya.
“Karena droplet virus itu berada di dalam rumah atau atau ketika ada tamu datang, maka itulah yang harus kita musnahkan. Cara memusnahkannya kita tidak dapat mengandalkan Satgas Jogo Tonggo untuk melakukan penyemprotam dari luar. Harus penyemprotan mandiri,” ujarnya.
Karena desinfektan tersebut berupa cairan konsentrat, takaran yang dibutuhkan ialah satu tutup botol kemudian dicampurkan dengan 500 mililiter air. Dalam satu botol tersebut bisa digunakan untuk pemakaian satu sampai dengan dua bulan.
“Harapan kami dari Sibat PMI Serengan, semoga gerakan ini setelah ini seluruh warga di Kota Surakarta melakukan gerakan yang sama,” ucapnya.
Baca juga: Temukan Toko yang Buka Saat PPKM Darurat, Teguh: ‘Yang Melanggar Bisa Dicabut Izinnya’
Dirinya juga berharap kegiatan tersebut bisa dicontoh di daerah yang lain mengingat kegiatan ini baru pertama kali dilakukan di Jawa Tengah.
“Kita harapkan para bupati Bupati melakukan gerakan yang sama karena ini tidak terlalu mahal. Kita hanya butuh dana 3 juta sekian untuk mengkaver satu Kelurahan,” tutupnya.
Salah satu wagra setempat, Apri Puji Lestari merasa senang dengan adanya bantuan tersebut. Sebelumnya ia mengaku membersihkan rumah dengan menggunakan cairan pemutih yang dicampur dengan karbol setiap seminggu sekali.
“Saya sangat senang sekali, soalnya kita juga kalau mau ke luat juga susah. Kalau ada ini kan lebih aman nanti bisa dipakai sendiri atau tetangga-tetangga,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

