BETANEWS.ID, KUDUS – Laili Fitriyana (37) tampak begitu telaten melukis karakter Doraemon di atas adonan bolu kukus. Tangan terampilnya itu terlihat sudah menghasilkan banyak lukisan karakter yang berjajar di cetakan. Setelah menyelesaikan pembuatan karakter, ia kemudian mengukus adonan tersebut sampai matang.
Di tengah menunggu hasilnya itulah dia sudi berbagi cerita kepada betanews.id soal usaha yang diberi namana Bokuka Mei 2020 lalu. Warga Desa Wates RT 2 RW 5, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu punya ide usaha saat dirinya mendapat jatah bekerja dari rumah (WFH) dari perusahaan tempatnya bekerja. Waktu itu, ia ingin mencari kesibukan lain setelah ia menyelesaikan pekerjaannya.

Lantaran menyukai gambar, ia mencari ide usaha berlandaskan kesukaannnya tersebut. Awalnya ia berpikir untuk membuat pernak-pernik souvenir. Namun, karena dianggap terlalu banyak waktu yang dibutuhkan, ia mencari ide lagi sesuai dengan yang diinginkan. Akhirnya ia menemukan ide bolu kukus karakter tersebut.
Baca juga: Donat Menul, Donat Kentang dengan Tekstur Lembut dan Empuk
“Adonan kue sangat mempengaruhi hasil setelah dikukus. Hal tersebut membuat saya melakukan puluhan percobaan agar menemukan rasa yang pas dan bentuk yang sesuai keinginan,” papar dia, Senin (5/7/2021).
Saat ini, ia bisa menerima pesanan karakter sesuai keinginan pemesan. Kemudian untuk isian, dirinya menyediakan rasa cokelat, bluberi, dan stroberi, dengan yang paling difavoritin pelanggan adalah isian cokelat. Ia juga memberi pilihan pelanggan berdasarkan isi per boks, yaitu 5, 10, dan 24.
“Untuk isi 5 harga Rp 19 ribu dan minimal pemesanan 10 boks. Sedangkan isi 10 harga Rp 38 ribu, dan isi 24 harga Rp 90 ribu. Yang dua ini boleh pesan satu boks,” rincinya.
Baca juga: Mantau, Makanan Khas Balikpapan yang Kini Sudah Tersedia di Kudus
Untuk pemesanan, lanjut dia, pelanggan bisa melalui Instagram @bokuka_kudus dan menghubungi WhatsApp di nomor 0895 3470 00583.
“Harapan kedepannya, ada gambar non custom yang bisa dikerjakan orang lain atau ingin mempekerjakan orang. Karena ini adalah pekerjaan sampingan jadi tidak terlalu fokus. Rencana lain, juga ada varian rasa dari bolunya sendiri, selain dari isiannya tapi masih menggunakan isian juga,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

