BETANEWS.ID, SEMARANG – Wilayah di Jateng yang kini berstatus zona merah Covid-19 bertambah. Jika sebelumnya ada delapan kabupaten/kota, kini bertambah lima daerah, sehingga jumlahnya menjadi 13 daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai rapat percepatan penanganan Covid-19 di kantornya, Senin (21/9/2021). Dia menyebut, 13 daerah yang kini berstatus zona merah Covid-19 antara lain, Kudus, Demak, Pati, Grobogan, Jepara, Pekalongan, Kabupaten Semarang, Brebes, Tegal, Sragen, Wonogiri, dan Kota Semarang.
“Kalau kita lihat trennya ini ada peningkatan. Kita sedang tidak baik-baik saja. Semua saya minta standby, harus mawas diri dan mengantisipasi,” ujar Ganjar kepada awak media.
Baca juga: 11 Daerah Jateng Zona Merah, Jokowi Soroti Rendahnya Kesadaran Pakai Masker
Ganjar meminta kepala daerah yang wilayahnya masuk dalam zona merah untuk membuat sejumlah langkah. Di antaranya penerapan PPMK Mikro secara ketat, penambahan tempat tidur untuk isolasi dan sejumlah langkah lainnya.
Selain itu, Ganjar juga meminta kepala daerah untuk mengambil langkah antisipatif, yakni dengan membuat rumah sakit darurat. Ganjar mengatakan, ada daerah yang telah mengusulkan skenario rumah sakit darurat dan untuk penanganan Covid-19 di sana.
“Kami minta disiapkan dan dihitung betul, kami akan dukung. Saya minta kalkulasi untuk penyiapan SDM nakesnya, peralatannya dan lainnya. Saat ini, rumah sakit darurat yang sudah ada di Solo, dan yang baru mengusulkan dari Banyumas,” katanya.
Baca juga: Ganjar Minta Pasien Isolasi Nge-vlog untuk Edukasi Masyarakat
Ganjar juga memerintahkan seluruh Bupati/Wali Kota melakukan kesepakatan-kesepakatan bersama. Tidak boleh ada perbedaan kebijakan dalam penanganan Covid-19 ini.
“Penting antar Kabupaten/Kota dalam satu regional, punya keputusan politik dan konsensus yang sama. Kalau misalnya satu daerah tempat wisata dan kerumunan ditutup, daerah lain juga harus mengikuti. Jangan sampai satu melarang, satu mempersilahkan,” katanya.
Editor: Suwoko

