BETANEWS.ID, KUDUS – Tempat ibadah yang berada di daerah berstatus zona merah penyebaran Covid-19, termasuk di Kudus, dilarang ada kegiatan keagamaan. Kebijakan ini berlaku bagi semua tempat ibadah semua agama, baik masjid, gereja, wihara, maupun klenteng. Di antaranya yang ditiadakan sementara adalah Salat Jumat di Masjid Agung Kudus. Lalu bagaimana pendapat warga dengan kebijakan tersebut?
Sebuah kertas tampak tertempel di pagar gerbang Masijd Agung bertuliskan “Mengingat Kudus masih Zona Merah, maka Masjid Agung Kudus tidak menyelenggarakan Sholat Jum’at”. Di bagian bawah tertera Pengurus Masjid Agung Kudus. Kemudian tampak seorang pria paruh baya, mendekati gerbang dan membaca tulisan tersebut dan bergeleng kepala.
Baca juga : Masjid Agung Kudus Hari Ini Tiadakan Kegiatan Salat Jumat
Saat ditemui, pria paruh baya bernama Bambang (60) tersebut mengatakan, sangat menyayangkan kebijakan meniadakan sementara Salat Jumat. Harusnya, beribadah Salat Jumat itu tetap diselenggarakan, dengan penerapan protokol kesehatan.
“Saya tadinya tidak begitu percaya lihat di media sosial, bahwa Salat Jumat di Masjid Agung Kudus ditiadakan sementara. Terus saya cek ke sini ternyata benar. Ya bingung ini nanti Salat Jumat di mana,” ujar Bambang kepada Betanews.id, Jumat (18/6/2021).
Warga Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tersebut mengaku selama ini setiap Salat Jumat di Masjid Agung Kudus. Kalau masjidnya ditutup, kemudian bagaiamana dia dan warga lainnya yang ingin melaksanakan Salat Jumat. Menurutnya, selama ini Masjid Agung Kudus itu sudah bagus penerapan protokol kesehatannya.
“Selama ini Masjid Agung Kudus penerapan protokol kesehatannya juga sudah bagus kok. Tempat cuci tangan tersedia, kalau salat ya dijarak, jadi bingung ini,” ungkapnya.
Baca juga : Kapolri Minta Testing dan Tracing di Kudus Gencar Dilakukan
Terpisah, warga Kudus lainnya yakni Sukron mengatakan, sangat kecewa dengan kebijakan pemerintah meniadakan Salat Jumat di Masjid Agung Kudus. Sedangkan, tuturnya, di lain pihak seperti mal dan pasar yang notabene lebih ramai malah diperbolehkan masih beroperasi.
“Dengan ditiadakan Salat Jumat dan menutup Masjid Agung Kudus saya sebagai warga dan umat Islam mengaku kecewa. Harusnya ibadah kan harus tetap berjalan, yang penting tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.
Editor : Kholistiono

