BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pembeli tampak sedang memesan jajanan tradisional, gandos, di tepi Jalan Mejobo, di sebelah barat brak Djarum Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Buyung Iswanto (26), penjual kue gandos tersebut, secara telaten melayani pembeli yang datang.
Kue Gandos adalah jajanan tradisional yang bisa banyak ditemukan di beberapa daerah di Jawa. Jajanan ini terbuat dari adonan tepung beras, dicampur santan kelapa ditambah garam secukupnya.
Seusai melayani pembeli, pria yang akrab disapa Buyung itu bersedia berbagi informasi tentang usahanya. Dia mengatakan merintis usaha tersebut sejak Juli 2020 yang lalu. Alasan utama dirinya memilih usaha tersebut, karena gandos punya peminat dari semua kalangan. Dalam sebulan ia meraup omzet jutaan rupiah dari penjualan gandosnya itu.
Baca juga: Jajanan Hits Long Potato Kini Ada di Kudus, Yuk Cobain Kerenyahannya
“Sebenarnya penjualan di masa pandemi ini sama saja, ya mas. Kadang ya ramai, kadang juga sepi. Alhamdulillahnya, pendapatan lebih baik dari pada bekerja di pabrik. Selain itu, tidak ada keterikatan dengan perusahaan,” bebernya kepada betanews.id, Selasa (22/6/2021).
Ia menjelaskan, gandos yang dia jual memiliki beberapa varian. Varian yang dijual di antaranya gandos original dan varian toping gula, bagi yang suka manis. Harga yang ditawarkan juga terbilang cukup terjangkau, hanya dengan Rp 500, pembeli bisa mendapat jajanan tradisional yang banyak peminatnya tersebut.
“Adonan tidak saya buat sendiri. Saya membeli adonan gandos ini dari tetangga, yang juga berjualan gandos,” tutur Buyung, warga Kelurahan Purwosari RT 1 RW 2, Kecamatan Kota, Kudus .
Biasanya, kata Buyung, dalam sehari ia menyediakan sedikitnya 1,5 kilogram adonan gandos. Sedangkan paling banyak, dia menyiapkan 2,5 kilogram adonan gandos, saat hari libur atau akhir pekan.
Baca juga: Usaha Terdampak Pandemi, Oktavianti Bangkit dengan Jual Jajanan Tradisional
Buyung menambahkan, ia memulai berjualan dari pukul 7.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Namun tak jarang dia pulang sebelum pukul 11.00 WIB, karena gandos yang dijual sudah habis. Tak jarang hanya dalam waktu 2 jam gandos yang dijual sudah habis.
“Saya berharap semoga keaadaan yang seperti ini (pandemi) bisa menjadi normal kembali. Agar, kami para pedagang kecil bisa berjualan seperti dulu,” tandasnya.
Editor: Suwoko

