BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perepuan tampak sibuk melayani pembeli di sebuah tempat di Timur Ruko Ronggolawe, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Dia terlihat memasukkan beberapa jajanan pilihan pembeli ke dalam plastik. Perempuan berbaju biru tersebut adalah Oktavianti Wismaningrum (44), pemilik Pusat Jajanan UMKM Kudus.
Ditemui di sela-sela kesibukannya, Ibu beranak dua itu sudi berbagai cerita kepada Betanews.id soal usahanya itu. Dia mengatakan, di tempatnya itu menjual jajanan kering maupun basah baik tradisonal dan modern. Di antaranya, cucur, getuk tiwul, aneka jajan waluh, dan bonggol pisang, abon, dan lain-lain.

“Ada banyak varian jajanan yang saya jual di sini, tapi tidak semua yang bikin saya. Ada delapan produk yang saya bikin sendiri dan yang lain dari temen-temen. Di sini kurang lebih ada 50 produk,” ujarnya, Selasa (15/9/2020).
Baca juga: Selalu Diburu, Getuk Goreng Jadi Andalan Pondok Kopi Tarik Pembeli
Dia menambahkan, usaha yang didirikan sejak 13 Agustus 2020 itu kini semakin ramai dan sekarang sudah ada yang membantu jualan bersamanya. Harganya pun terjangkau mulai dari Rp 1.500 hingga Rp 23.000.
“Setiap harinya, usaha saya ini sanggup menjual 500 jajanan,” beber Oktavianti di usaha yang buka setiap hari mulai pukul 06.30 WIB hingga 13.00 WIB itu.
Sebelum berjualan di Ruko Ronggolawe, dia dulunya hanya menerima pesanan di rumahnya di Desa Loram Wetan RT 3 RW 4, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus yang ia namai Fa-fan Snack. Namun, semenjak ada Covid-19, usaha rumahannya itu ikut terkena dampak.
Dari situ, Oktavianti kemudian rajin ikut pelatihan. Salah satunya di kantor Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, UKM Kudus. Saat itulah dia bertemu dengan teman-teman di pelatihan yang sama-sama ingin mendirikan usaha sendiri.
Baca juga: Serabi Inggris Solo, Jajanan Legendaris Khas Solo yang Manjakan Lidah
“Tujuan ikut pelatihan biar bisa mengolah makanan yang bervariasi. Di sana ketemu teman-teman dan kemudian bekerjasama di bidang usaha jajanan. Jadi kita membuat produksi jajanan sendiri-sendiri yang nantinya kita jual. Sistemnya produk saya titipkan di tempat teman-teman dan pruduk teman-teman dititipkan ke saya,” ungkapnya.
Sejak buka, dirinya belum menemui kendala dalam penjualan. Tempat yang strategis dan harga yang terjangkau jadi andalannya untuk menarik pelanggan. Makanya, tempatnya memang selalu ramai.
“Saya berharap mempunyai cabang di berbagai daerah dan di Kabupaten Kudus ini punya tempat sendiri untuk memperkenalkan produk ke masyarakat,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

