BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria renta mengenakan kaus oblong dan celana panjang mengenakan topi dan masker tampak jalan agak tertatih di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) samping Hypermart Kudus. Pria tersebut tersebut terlihat menawarkan beberapa eksemplar koran dan tabloid yang dibawanya kepada orang yang lewat. Kakek renta itu yakni Karyadi Sahad (77) yang tetap berjualan koran di usia senjanya agar tak menyusahkan anaknya.
Beberapa puluh menit menjajakan koran di bawah sengat terik Sang Surya, Karyadi, begitu kakek renta tersebut biasa disapa pun mulai terlihat makin lelah. Pembeli pun tampak tak kunjung menghampiri. Ia pun kemudian beristirahat di teras kantor SPBU tersebut. Sembari beristirahat, Karyadi sudi berbagi kisah tentang jualan korannya tersebut kepada Betanews.id.
Dia mengatakan, berjualan koran sudah sekitar 19 tahun. Meski sudah tua, ia mengaku tetap berjualan koran agar tak membebani anak – anaknya. Ia juga ingin di usia senjanya masih tetap produktif menghasilkan uang meski hasilnya tak seberapa. Yang penting cukup untuk makan sehari – hari serta ada sisa agar bisa sesekali memberi uang jajan kepada cucunya.

Baca juga : Kisah Kasminah, Nenek Renta yang Puluhan Tahun Jadi Tukang Tambal Ban
“Saya jualan koran sudah lama mas, sejak 2002. Setidaknya dengan jualan koran saya punya penghasilan, sehingga tidak terlalu membebani anak saya,” ujar Karyadi kepada Betanews.id, Sabtu (29/5/2021).
Kakek dengan enam cucu tersebut menuturkan, saat ini ia tinggal bersama satu di antara empat anaknya. Ia mengaku berjualan koran dan tabloid dari hari Senin sampai Sabtu, mulai pukul 07. 00 hingga pukul 13.00 WIB. Berangkat dari rumah menggunakan sepeda ontel menuju lokasi agen, kemudian lanjut ke beberapa lokasi ia menjajakan koran dan tabloid.
“Saya biasanya jualan di SPBU ini, terus pindah ke Ruko Agus Salim, Ruko Ronggolawe dan Pasar Bitingan. Kalau hari Minggu saya libur. Selain untuk istirahat sekaligus pergi ibadah ke gereja,” beber pria yang berdomisili di Kelurahan Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus tersebut.
Setiap berjualan, Karyadi mengaku membawa koran sebanyak 20 eksemplar, tabloid enam eksemplar serta dua atau tiga majalah. Koran dan tabloid serta majalah tersebut dibelinya dari agen, dengan kompensasi kalau tidak laku boleh dikembalikan lagi. Dari penjualan tersebut ia mengaku bisa mendapatkan penghasilan bersih Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu.
“Setiap hari, koran saya ini tidak pernah habis terjual. Apalagi tabloid dan majalah malah jarang laku. Untungnya, kalau tidak laku bisa dikembalikan, jadi terhindar dari kerugian,” jelasnya.
Baca juga : Kisah Nursidi dan Sujadi, Puluhan Tahun Gantungkan Hidup pada Perahu Eretan di Sungai Wulan
Dia mengatakan, menekuni jualan koran keliling adalah pilihan terakhirnya untuk mendapatkan penghasilan. Sebab ia tidak punya modal jika harus jualan barang lainnya. Kalau jualan koran modalnya tidak banyak, hanya Rp 100 ribu. Selain modal tenaganya yang sudah sepuh menjadikannya tak mampu memilih kerjaan lainnya.
Apalagi beberapa tahun terakhir kakinya sering sakit akibat tensi darahnya yang tinggi. Bahkan untuk berdiri dan menjajakan koran selama 10 menit ia pun harus istirahat dulu. Karyadi berharap selalu diberi kesehatan agar bisa selalu berjualan dan bisa punya penghasilan.
“Harapannya selalu diberi kesehatan dan bisa berjualan terus. Biar punya uang banyak agar bisa memperbaiki rumah,” harapnya.
Editor : Kholistiono

