Kisah Nursidi dan Sujadi, Puluhan Tahun Gantungkan Hidup pada Perahu Eretan di Sungai Wulan

BETANEWS.ID, KUDUS – H Nursidi (70) tampak memegang erat seutas kawat yang melintang di atas Sungai Wulan, Selasa (16/3/2021). Kawat itulah yang jadi sarananya untuk menggerakkan perahu eret berisi beberapa penumpang itu. Di seberang sungai, beberapa orang tampak sudah menantinya untuk menyeberangi sungai yang memisahkan Kabupaten Kudus dan Demak itu.

Di masa tua Nursidi, jasa penyebarangan itu masih jadi tumpuannya mengais rezeki. Meski perahu itu bukan miliknya, ia patut bersyukur karena hasil dari jasa tersebut bisa menghidupi keluarganya. Sampai saat ini, ia memilih tetap jadi penarik dan dibantu oleh satu temannya.

“Jadi hasilnya nanti dibagi dua antara pemilik perahu dan kuli penarik perahu. Misalkan sehari mendapatkan uang Rp 200 ribu, Rp 100 ribu untuk pemilik perahu dan sisanya untuk kuli. Berhubung penarik perahu ini saya dan teman saya ya, Rp 100 ribu ini dibagi dua,” bebernya kepada betanews.id.

-Advertisement-

Baca juga: Belasan Tahun Zuri Mengais Rezeki di Atas Perahu Eretan

Dia mengaku, setiap kali penyeberangan perahu eretan ramai penumpang itu di saat Pasar Wage. Kebanyakan yang menggunakan penyeberangan perahu eret itu warga yang bepergian ke pasar, ada juga yang kerja, dan sekolah.

“Di saat pasaran bisa mendapatkan uang Rp 500 ribu. Soalnya banyak orang yang pergi ke pasar,” kata warga Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu.

Kuli perahu eret, Muhamad Sujadi (65) menambahkan, dirinya menjadi kuli perahu eret sudah 25 tahun. Alasan dirinya masih menggeluti penarik perahu tersebut lantaran ingin menambah penghasilan tambahan. Dia juga bertani di sawah dekat penyeberangan itu.

Baca juga: Kisah Andi, Perajin Pisau Andal yang Tak Sempat Menamatkan Sekolah Dasar

“Di desa, saya hanya bisa melakukan ini. Keseharian bertani, dan ingin menambah penghasilan dengan menjadi kuli perahu eret. Terkadang, sehari hanya ada 1 penumpang saja,” ungkap warga Desa Undaan Kidul, Kecamatan Karanganyar, Demak itu.

Dia menyebutkan, tarif penyeberangan sungai tersebut Rp 2 ribu untuk pengguna berjalan kaki dan sepeda ontel, Rp 3 ribu untuk pengguna bersepeda motor, dan Rp 5 ribu untuk sepeda motor yang berboncengan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER