Kisah Bagus, Jadi Operator Traktor Sejak Kelas Tiga SMP Demi Bantu Orang Tua

BETANEWS.ID, KUDUS – Di area persawahan Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, ada beberapa orang terlihat sedang sibuk mengolah tanah dengan mesin traktor. Cuaca yang terik seperti tak menyurutkan semangat mereka dalam bekerja. Salah satu pekerja itu adalah Bagus Setiawan (17), seorang pemuda yang telah jadi operator traktor selama empat tahun ini.

Ditemui di sela-sela bekerja, Menyun, sapaan akrabnya sudi berbagi kisah kepada betanews.id soal pekerjaannya itu. Dia mengatakan, jadi operator mesin traktor untuk tanam bawang sudah dilakoninya sejak kelas IX SMP hingga kini kelas XII di SMKN 3 Kudus.

Bagus bersama temannya saat mengoperasikan mesin traktor di area persawahan Kecamatan Undaan. Foto: Kaerul Umam.

Awalnya, dirinya diajak oleh tetangganya dan bekerja setelah pulang sekolah. Hal itu terus berlanjut hingga masa pandemi ini. Apalagi, di masa pandemi ini lebih sering di rumah karena tidak ada aktivitas belajar di sekolah. Sehingga sehari-hari dia lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja di sawah.

-Advertisement-

“Sejak pandemi saya sering kerja di sawah soalnya tidak ada aktivitas di sekolah. Dan hitung-hitung membantu orang tua,” ujarnya, Rabu (23/9/2020).

Baca juga: Cepat dan Hemat, Petani di Berugenjang Gunakan Mesin Modern untuk Panen Kacang Hijau

Dalam bekerja, penghasilannya itu dibagi dua antara pemilik mesin traktor dan dirinya. Sedangkan jasanya itu dihargai Rp 200 ribu per petak sawah untuk jarak dekat dan ada tambahan biaya transportasi jika jauh.

Sampai saat ini, pelanggan Menyun sudah dari berbagai daerah di sekitar Kudus, seperti Demak dan Pati.

“Satu hari bisa menyelesaikan satu bahu. Itu kalau tanahnya enak. Maksudnya tanah yang tidak gembuk dan tanah yang keras. Soalnya kalau tanah gembuk itu bisa lengket di mesin dan menghambat pekerjaan,” beber warga Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu.

Di sisi lain, salah satu pelanggan Bagus, Edi Daryono (33) mengatakan, sudah tiga kali ini menanam bawang merah di lahan dua petak miliknya. Kali ini, dia sedang mempersiapkan lahan di Masa Tanam 1 (MT1).

Baca juga: 6.175 Petani di Kudus Disebut Belum Miliki Kartu Tani

“Sudah tiga kali ini saya menanam bawang merah. Untuk lahan yang saya miliki ini ada 2 petak dan itu membutuhkan kurang lebih 5 kuintal benih,” tuturnya.

Pria yang dikaruniai satu anak itu menambahkan, ketertarikannya untuk menanam bawang merah tersebut karena panen yang dihasilkan lebih banyak dari pada menanam padi.

“Saya berharap air dari Kedung Ombo cepat disalurkan ke area persawahan dan semoga nanti area sawah yang saya garap tidak ada hama yang menyerang tanaman,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER