BETANEWS.ID, KUDUS – Nama Bupati Kudus HM Hartopo kembali dicatut oleh oknum tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Sasarannya adalah beberapa pimpinan pondok pesantren yang ada di Kudus.
Modus yang dilakukan oknum tersebut adalah, memberikan bukti transfer uang fiktif kepada calon korban yang merupakan pimpinan pondok pesantren.Pelaku menyebut, jika uang yang sudah ditransfer itu sebagai bantuan untuk pesantren. Namun, dari nominal itu, sebagian diminta untuk mentransfer kembali ke salah satu yayasan yang diduga fiktif milik pelaku.
Ketika melancarkan aksinya kepada calon korban, pelaku memperkenalkan diri sebagai Bupati Kudus HM Hartopo melalui pesan WhatsApp. Pelaku meminta rekening pondok pesantren, dengan alasan untuk dimintakan bantuan. Kemudian, pelaku mengirimkan bukti transfer palsu kepada korban dan disertai dengan pembagian peruntukan uang yang telah ditransfer itu.
Baca juga : Hartopo Buka Pintu Seluas-Luasnya Kepada KPK
Kejadian ini dibenarkan oleh Hartopo, bahwa ada pihak yang menggunakan namanya untuk menipu orang. Dalam beberapa bulan terkakhir, dirinya mencatat sudah ada tiga kasus penipuan yang mencatut namanya.
“Sampai hari ini sudah ada tiga kasus. Sudah sejak lama modus dengan mencatut nama saya, ” kata Hartopo, Jumat (21/5/2021).
Ketiga korban ini, cerita Hartopo, belum sampai mengirimkan uang ke penipu tersebut. Hanya saja, para korban telah mengirimkan nomor rekening ke penipu tersebut.
“Itu kan berbahaya, bisa saja menyedot dana dari rekening mereka (korban), yang kita khawatirkan itu,” lanjutnya.
Dengan adanya kasus ini, Hartopo mengimbau kepada masyarakat Kudus untuk berhati-hati dalam menerima pesan dengan mengatasnamakan namanya. Jika hal itu kembali terjadi, katanya bisa langsung berkoordinasi dengannya mengenai penipuan yang ada.
Terkait hal itu, sejauh ini Hartopo belum melaporkan ke pihak yang berwajib terkait dengan pencatutan namanya untuk penipuan.
“Tidak. Selagi tidak ada permasalahan yang merugikan dari pihak terkait, tidak masalah. Sebab pada dasarnya pihak yang terkait atau korban tidak mengalami kerugian. Hanya dimintai nomor rekening,” ungkapnya.
Baca juga : Pengurus Badko LPQ Dilantik, Hartopo Berharap Kudus jadi Kiblat Pendidikan
Hartopo meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengn iming-iming akan diberi bantuan dengan mengirim nomor rekening yang mengatasnamakan dirinya. Apalagi, Hartopo sendiri menghindari memasang fotonya sebagai photo profil di akunnya. Hal itu ia tujukan menghindari adanya penipu yang menggunakan fotonya untuk memeras korbannya.
Lanjutnya, bahwa ketika Pemkab Kudus akan memberikan bantuan, bukanlah tanggung jawab pribadinya. Pihaknya tidak bisa menyalurkan bantuan secara pribadi.
“Kalau pemkab yang mau memberikan bantuan, ada kajian terlebih dahulu. Kalau secara pribadi tidak bisa,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

