31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Kue Kering Rahma Paw Jadi Idola Hidangan Lebaran, Pernah Kirim ke Australia

BETANEWS.ID, KUDUS – Aroma harum kue tercium saat memasuki pekarangan rumah di Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Di ruang tamu rumah tersebut terlihat seorang perempuan sedang menata dan mengemas aneka kue kering. Dari warna dan aroma kue kering tersebut begitu menggugah selera. Kue tersebut adalah kue kering Rahma Paw, yang laris manis dan cocok untuk hidangan lebaran.

Riayah Rahmawati (37) owner dari Bakery Rahma Paw menuturkan, setiap Bulan Ramadan ia mulai produksi aneka jenis kue kering. Kue kering yang diproduksinya itu untuk kalangan tertentu. Bisa dikatakan untuk kalangan menengah ke atas, sehingga harganya lebih mahal.

Rahma hendak mengoven kue kering yang diproduksinya saat Ramadan. Foto: Rabu Sipan.

“Meski lebih mahal, tapi kue kering Rahma Paw ini sangat laris. Bahkan kue kering hasil produksi hingga tanggal 25 Ramadan nanti sudah dibooking pelanggan semua,” ujar perempuan yang akrab disapa Rahma kepada Betamews.id, Kamis (29/4/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Bolu Tetes, Camilan Khas Desa Lawu yang Tak Pernah Sepi Peminat

Kue kering yang diproduksinya, antara lain nastar, kastengel, mete kukis, spekulas, putri salju, good time, serta priil. Untuk harga, kue kastengel dijual Rp 195 ribu per kilogram, kue prill Rp 140 ribu per kilogram, dan jenis kue lainnya Rp 175 ribu per kilogram.

“Harga yang saya patok itu memang lebih mahal dibanding aneka kue kering di pasaran. Namun, bagi yang tahu rasa dan kualitasnya, dijamin sesudah mencicipi pasti tidak akan berpaling,” bebernya.

Dia pun kemudian membeberkan beberapa kelebihan kue kering produksinya. Selain menggunakan keju kualitas nomor satu, room barternya juga pakai whysman yang harganya Rp 300 ribu. Susunya full kream dan warna kuning mengkilap pada kue kering ia memilih menggunakan kuning telur. Selain bikin warna menggoda kuning telur itu bikin makin gurih.

“Sebenarnya di toko ada yang jual untuk pewarna kue. Tapi hasilnya kurang bagus dan pengaruh di rasa. Rasa kue jadi kurang gurih,” jelasnya.

Untuk selai kue Rahma memilih bikin sendiri dengan bahan nanas madu. Dengan bahan dasar nanas madu, selai yang dihasilkan lebih manis dan lebih legit. Sedangkan untuk keseluruhan rasa aneka kue kering Rahma Paw itu manis, gurih, dan teksturnya lembut. Sehingga saat dimakan itu langsung lumer di mulut.

Baca juga: Baru Dua Pekan Produksi, Manisan Nanas Buatan Yanti Ramai Diburu Pembeli

“Menurut informasi dari pelanggan saya, saat aneka kue kering Rahma Paw dijadikan hidangan lebaran pasti paling diminati para tamu. Serta biasanya habis duluan dibanding hidangan lain,” ungkapnya.

Selain itu, kata dia, untuk proses pembuatannya juga sangat teliti. Pengovenan kue kering Rahma Paw di suhu 120 derajat selsius. Jadi kue kering Rahma Paw benar-benar matang. Hasilnya kue kering bisa tahan lama hingga setahun meski tanpa bahan pengawet.

Dia mengatakan, untuk momen lebaran tahun ini ia memproduksi aneka kue kering sebanyak 50 kilogram, dan semuanya sudah dipesan oleh pelanggan. Untuk pelanggan kue kering Rahma Paw, selain orang Kudus juga banyak yang lain daerah.

“Meski saya pasarkan dari mulut ke mulut. Namun peminat kue kering saya ini banyak juga orang lain daerah. Di antaranya, Demak, Semarang, Yogyakarta, Jakarta dan daerah lainnya. Bahkan dulu itu rutin kirim ke Australia,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER