BETANEWS.ID, KUDUS – Kepala BPS Kudus, Rahmadi Agus Santosa (55) menyebut Inflasi di Jawa Tengah terjadi di lima kabupaten kota inflasi, yaitu Tegal sebesar 0,08 persen, Semarang 0,05 persen, Cilacap 0,05 persen, Purwokerto 0,04 persen, dan Surakarta sebesar 0,02 persen.
Inflasi di Cilacap, katanya, disebabkan terjadinya kenaikan daging ayam ras, rokok kretek filter, perhiasan emas, telur ayam ras dan upah asisten rumah tangga. Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami penurunan tarif harga dan menahan inflasi di Cilacap antara lain, cabai rawit, beras, bawang merah, cabai merah, dan kacang panjang.
“Sedangkan beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi di Purwokerto antara lain daging ayam ras, rokok kretek filter, minyak goreng, telur ayam ras, dan jeruk. Sementara komoditas utama yang menahan inflasi di Purwokerto antara lain cabai rawit, beras, cabai merah, kacang panjang, dan bawang merah,” rincinya.
Baca juga: Bayi yang Lahir Tahun 2020 Punya Harapan Hidup Lebih Panjang, Ini Penjelasan BPS
Sedangkan di Surakarta, komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi yakni daging ayam ras, telur ayam ras, tarif dokter umum, jeruk, dan tarif dokter spesialis. Untuk komoditas utama yang menahan inflasi di Surakarta antara lain cabai rawit, mobil, cabai merah, pepaya, dan kacang panjang.
“Kenaikan harga daging ayam ras, jeruk, tempe, batu bata/batu tela, dan minyak goreng adalah penyebab utama terjadinya inflasi di Kota Semarang. Sedangkan komoditas penahannya adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, beras, dan telepon seluler,” papar Rahmadi belum lama ini.
Turunnya harga beras, cabai rawit, bawang merah, cabai merah, dan terong menjadi penahan inflasi di Tegal. Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah daging ayam ras, jasa pembuangan sampah, jeruk, telur ayam ras, dan apel.
Baca juga: Penjulan Rokok SKT PT Nojorono Meningkat di Masa Pandemi
Dirinya melanjutkan, bahwa Kudus menjadi satu-satunya yang mengalami deflasi di Jawa Tengah. Penyebab utama terjadinya deflasi di Kudus tak lepas dari turunnya harga beras, bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan tahu mentah.
“Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di Kudus antara lain daging ayam ras, jeruk, ayam hidup, besi beton, dan emas perhiasan,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

