31 C
Kudus
Rabu, Mei 19, 2021
Beranda Wisata Naikkan Ekonomi Warga,...

Naikkan Ekonomi Warga, Pemdes Kesambi Sulap Rawa Jadi Tempat Wisata

BETANEWS.ID, KUDUS – Senja itu banyak warga yang datang ke area rawa di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Di rawa tersebut beberapa warga tampak sedang nganco (mencari ikan dengan kelambu), bersisian dengan wisatawan yang menikmati sore di Mbalong Sangkal Putung.

Di sana, terlihat para pengunjung sedang menjajal beberapa wahana di tempat tersebut. Ada yang naik bebek air, banyak pula yang berfoto ria bersama rekan di spot yang disediakan. Tampak di Sungai Sangkal Putung sebuah perahu lumayan besar, masih dalam proses penyempurnaan, termasuk beberapa warung dan fasilitas umum semisal musala dan kamar mandi pun tampak masih dibangun.

Gapura ala Jepang yang hits banget di Wisata Mbalong Sangkal Putung. Foto: Rabu Sipan.

Kepala Desa Kesambi Mokhamad Masri (49) mengatakan, area persawahaan Desa Kesambi merupakan langganan banjir. Bahkan setiap tahun sawah-sawah di desanya selalu kebanjiran, sehingga jadi sebuah rawa. Karena berupa rawa, lahan tersebut menjadi tidak produktif. Makanya, agar jadi lahan produktif, pihaknya menjadikan area rawa tersebut menjadi tempat wisata.

- ads banner

Baca juga: Seru-Seruan di Wahana River Tubing Cengkir Manis

“Area persawahaan yang sudah jadi rawa ini kurang produktif, maka kami selaku Pemdes Kesambi menyulapnya jadi tempat wisata. Tujuannya agar bisa meningkatkan ekonomi warga,” ujar pria yang akrab disapa Masri kepada Betanews.id, Sabtu (13/2/2021).

Dia mengungkapkan, dengan menjadikan area rawa jadi tempat wisata, warga Desa Kesambi terutama mereka yang sawahnya selalu tergenang bisa beralih pekerjaan. Mungkin dengan membuka warung dan berjualan aneka macam atau bekerja apa pun sesuai keterampilan. Intinya pihak desa hadir memberikan ruang dan tempat untuk usaha dan bekerja.

“Yang jelas Pemdes hadir memberikan solusi. Dengan adanya wisata ini, warga yang bekerja di tempat wisata dan berjualan di sekitarnya otomatis punya sumber penghasilan baru,” ungkapnya.

Dia mengatakan, area rawa yang dijadikan tempat wisata merupakan bengkok desa. Luas wilayah yang dijadikan wisata ada tiga hektare. Sedangkan, nama wisata tersebut diberi nama Mbalong Sangkal Putung, karena lokasinya di area rawa. Area rawa itu disebutnya Mbalong. Sedangkan Sangkal Putung, sebab lokasinya berada di tepi Jalan Sangkal Putung.

“Kalau nama itu disesuaikan dengan lokasi dan nama jalan penghubung antara Desa Kesambi dan Desa Jojo,” jelas Masri.

Baca juga: Desa Temulus Kembangkan Wisata Air yang Dilengkapi Spot Foto Menarik

Dia menuturkan, meski sudah banyak dikunjungi warga, lokasi wisata tersebut sebenarnya belum dilaunching. Saat ini, pihaknya masih dalam proses pengembangan. Untuk dana pembangunan tempat wisata Mbalong Sangkal Putung tersebut, kata Masri, tidak dari dana desa, melainkan dana dari swadaya masyarakat.

“Biaya untuk membuat tempat wisata ini masih swadaya masyarakat. Termasuk perahu besar di sungai dan bebek-bebekan air serta pembangunan wisata merupakan swadaya warga yang ingin berkontribusi di tempat Wisata Mbalong Sangkal Putung,” ungkapnya.

Untuk tarif, kata dia, pengunjung yang datang ke Wisata Mbalong Sangkal Putung tidak dipungut biaya alias gratis. Hal tersebut agar memantik minat pengunjung untuk datang ke Wisata Mbalong Sangkal Putung. Dengan banyaknya pengunjung yang datang, mereka juga pasti akan jajan di warung-warung yang tersedia. Otomatis hal tersebut akan menaikkan perekonomian warga.

“Ini masih tahap pengembangan terus. Ke depan wisata Mbalong Sangkal Putung akan diperindah terus, serta rencana akan ada pasar sawah dan wisata pemancingan keluarga. Serta tentunya spot-spot foto yang menarik dan instagramable,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

29,270FansSuka
14,686PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
39,141PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler