BETANEWS.ID, KUDUS – Memasuki hari keempat, banjir yang melanda Desa Setrokalangan dan Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus belum ada tanda-tanda akan surut. Bahkan, akibat hujan deras, Senin (1/1/2021) malam, genangan air di dua desa tersebut terjadi kenaikan.
Satu di antara warga yang kebanjiran Muslih menuturkan, banjir yang terjadi di desanya yakni Desa Kedungdowo saat ini mengalami kenaikan. Sebenarnya kemarin sempat surut, tapi karena hujan semamalan hingga pagi banjirnya malah makin tinggi. Kalau di desanya tinggi banjir antara 70 sentimeter hingga satu meter.

“Banjirnya naik lagi ini. Kemarin sempat surut tapi sekarang malah makin tinggi. Kalau di desa kami ini air tingginya sepaha kalau di Desa Setrokalangan airnya ada yang sampai kepala,” ujarnya kepada Betanews.id, Selasa (2/1/2021).
Baca juga: Desanya Jadi Langganan Banjir, Kades Setrokalangan Berharap Pemkab Bangun Embung
Ditemui di posko banjir, Camat Kaliwungu, Satria Agus Himawan membenarkan jika debit air di pemukiman warga kembali naik. Keniaknnya berkisar lima sentimeter. Menurutnya, kenaikan debit banjir diakibatkan oleh hujan yang terjadi semalaman hingga pagi.
“Banjir yang terjadi di Kecamatan Kaliwungu saat ini cenderung naik. Kenaikan terjadi akibat curah hujan, bukan tambahan dari luapan Sungai Wulan,” jelas pria yang akrab disapa Satria itu.
Dia mengatakan, saat ini justru sudah tidak ada luapan dari Sungai Wulan. Debit ketinggian air di sungai tersebut juga sudah turun drastis. Saat ini debit air Sungai Wulan hanya sekitar 271 meter kubik per detik. Dia berharap nanti sore pintu sungai yang berada di Desa Blimbing Kidul bisa dibuka, sehingga air banjir bisa masuk lagi ke Sungai Wulan.
Baca juga: Sungai Wulan Meluap, Delapan Desa di Kudus Kebanjiran
“Harapan saya debit Sungai Wulan stabil dan tidak naik lagi. Sehingga pintu sungai yang ada di Desa Blimbing Kidul bisa dibuka dan banjir di Kecamatan Kaliwungu bisa segera surut,” harapnya.
Diberitakan sebelumnya, akibat dari Sungai Wulan yang meluap, lima desa di Kudus mengalami kebanjiran. Di antaranya Desa Garung Kidul, Kedungdowo, Setrokalangan, Blimbing Kidul. dan Mbanget.
Editor: Ahmad Muhlisin

