31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Dua Pekan Banjir Kudus Belum Surut, 632 Orang Masih Bertahan di Pengungsian

BETANEWS.ID, KUDUS – Di teras Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, yang menjadi posko pengungsian korban banjir, terlihat puluhan perempuan sedang memasak. Sedangkan di dalam ruangan, tampak ratusan warga korban banjir ada yang mengobrol dan ada pula yang tiduran. Dua pekan sudah, ratusan warga tersebut hidup di pengungsian akibat banjir.

Di temui di pengungsian, Kepala Desa Jati Wetan Suyitno menuturkan, warganya yang mengungsi akibat banjir sudah hampir dua pekan. Menurutnya, total warga yang bertahan di pengungsian masih tetap. Sebab, debit banjir yang melanda di wilayahnya masih cukup tinggi.

Warga yang mengungsi di Balai Desa Jati Wetan hingga kini masih bertahan. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Banjir Rendam Ratusan Hektare Tanaman Padi di Karangrowo, Kerugian Capai Rp 4,5 Miliar

-Advertisement-

“Kemarin air banjir sempat surut. Namun hari ini debit banjir naik lagi. Hal itulah yang menyebabkan warga masih bertahan di pengungsian. Saat ini total pengungsi ada 106 kepala keluarga (KK) serta 336 jiwa,” ujar Suyitno kepada awak media, Senin (15/2/2021).

Dia menuturkan, warga yang mengungsi merupakan korban banjir dari tiga dukuh, yakni, Dukuh Gendok, Dukuh Barisan, dan Dukuh Tanggulangin. Dia mengaku, sebenarnya kemarin banjir di desanya sudah surut. Tapi, hari ini debit banjir naik lagi. Hal itu disebabkan hujan yang turun semalam.

“Hari ini air banjir kembali naik, karena semalam hujan. Ketinggian banjir di tiga dukuh tersebut masih sekitar satu meter,” ungkapnya.

Sedangkan untuk kebutuhan logistik, katanya lancar. Semua warga yang terdampak banjir yang mengungsi atau yang bertahan di rumah mereka, disuplai makan sehari tiga kali. Di pengungsian juga disediakan tim medis yang siap melayani 24 jam. Dia pun berterima kasih kepada instansi maupun pihak swasta yang ikut berdonasi untuk warganya yang lagi tertimpa musibah.

“Alhamdulillah logistik aman. Para korban banjir makan diberi sehari tiga kali. Tim kesehatan juga siap 24 jam. Kami juga berterima kasih kepada berbagai pihak yang sudah berdonasi untuk warganya yang kebanjiran,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kudus Budi Waluyo mengatakan, saat ini warga Kudus yang masih mengungsi akibat bencana banjir ada 632 jiwa dari 218 KK. Menurutnya, dari jumlah tersebut pengungsi, laki – laki ada 268 jiwa, sedangkan yang perempuan ada 364 jiwa. Anak – anak ada 177 jiwa serta dewasa ada 455 jiwa.

“Warga yang mengungsi merupakan korban banjir dari tiga kecamatan di Kudus. Yaitu Kecamatan Undaan, Kecamatan Jati serta Kecamatan Mejobo,” ujarnya.

Baca juga : Sebanyak 576 Warga Kudus di 3 Kecamatan Mengungsi Akibat Banjir

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan logistik lanjutnya, didirikan dapur umum di masing – masing desa yang terdampak banjir. setiap hari tuturnya, ada sekitar 6.225 nasi bungkus yang didistribusikan kepada korban banjir. Untuk Desa Jati Wetan ada 2.400 bungkus, Desa Karangrowo 250 bungkus, hanya untuk pengungsi dan relawan. Sedangkan di Desa Payaman ada 1225 nasi bungkus.

“Kalau Desa Gulang itu 150 nasi bungkus serta di Desa Jetis Kapuan 2200 bungkus. Jadi total setiap hari ada 6225 nasi bungkus yang dibagikan kepada warga korban banjir Kudus,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER