Banjir Rendam Ratusan Hektare Tanaman Padi di Karangrowo, Kerugian Capai Rp 4,5 Miliar

BETANEWS.ID, KUDUS – Sudah lebih dari sepekan, Dukuh Krajan, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus, kebanjiran. Meski banjir mulai surut, tapi di dukuh tersebut ratusan rumah juga masih terlihat kebanjiran. Selain membanjiri pemukiman warga, banjir juga menenggelamkan ratusan hektare sawah. Kerugian yang ditanggung akibat banjir tersebut nilainya mencapai miliaran rupiah.

Ditemui di balai desa, Kepala Desa Karangrowo yakni Heri Darwanto (47) dengan didampingi Kepala BPD mengatakan, satu wilayah di desanya saat ini lagi tertimpa bencana banjir tepatnya di Dukuh Krajan. Selain merendam ratusan rumah, banjir juga merendam tanaman padi seluas 300 hektare. Dia pun menaksir kerugian sampai miliaran rupiah.

Baca juga : SDN 1 Barongan dan SMKN 1 Kudus Berikan Bantuan ke Korban Banjir di Karangrowo

-Advertisement-

“Ya bisa dikalkulasi. Jika per hektare tanaman padi itu kerugiannya sekitar Rp 15 juta, tinggal mengkalikan saja 300 hektare. Berarti total kerugiannya Rp 4,5 miliar,” ujar pria yang akrab disapa Heri kepada Betanews.id, Jumat (12/2/2021).

Pria yang menjabat jadi kepala desa dua periode tersebut mengatakan, umur tanaman padi yang kebanjiran tersebut sekitar 60 hari. Jadi, tanaman padi itu sudah berisi dan sudah ada bulir – bulir padi yang bermunculan. Namun karena kebanjiran, 300 hektare tanaman padi itu pun terancam puso. Apalagi kebanjiran dalam waktu yang cukup lama.

“Justru di desa kami itu yang kebanjiran awalnya area persawahan yang ada tanaman padinya. 300 hektare tanaman padi tersebut sudah terendam banjir selama sebulan. Tanam padi yang terendam banjir pasti puso itu dan tinggal menghitung rugi,” ucapnya.

Dia menuturkan, tanaman padi yang sudah berisi atau bulir – bulir padi sudah mulai bermunculan dan terendam banjir cukup lama, biasanya memang tidak ada harapan. Apalagi tanaman padi terendam banjir selama sebulan itu pasti mati. Kalau pun tanaman masih bisa hidup, bulir padi muda yang ada dalam batang padi atau pun yang sudah keluar akan membusuk. Sehingga dipastikan gagal panen.

Dia menerangkan, area persawahan yang terendam banjir tersebut merupakan sepertiga dari total area persawahan yang ada di Desa Karangrowo. Dia mengaku, total area persawahan di desa yang dipimpinnya sekitar 900 hektare. Sedangkan yang terendam banjir itu merupakan area persawahan di wilayah Dukuh Krajan.

Baca juga : Banjir Karangrowo Surut, Warga yang Mengungsi Mulai Kembali ke Rumah

Dia berharap para warga yang tanaman padinya gagal panen atau puso dapat ganti rugi dari pihak asuransi.

“Sekarang para petani kan jadi anggota asuransi. Semoga warga kami yang tanaman padinya gagal panen atau puso akibat banjir, dapat ganti rugi penuh dari pihak asuransi,” harap Heri.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER