Banjir Karangrowo Surut, Warga yang Mengungsi Mulai Kembali ke Rumah

BETANEWS.ID, KUDUS – Sepekan lebih berlalu, banjir di Dukuh Karangrowo Krajan, Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus terlihat mulai surut. Di tengah kepungan banjir yang masih sepaha orang dewasa itu, beberapa warga tampak hilir mudik menerjang genangan air. Meski sudah mulai surut, banjir di beberapa wilayah kampung tersebut masih ada yang ketinggiannya mencapai dua meter.

Satu di antara warga setempat, Budiono (43) menuturkan, sudah sepekan lebih kampungnya kebanjiran. Menurutnya, pada Kamis (11/2/2021) debit banjir mulai surut tapi tidak banyak sekitar 15 sentimeter.

Banjir terlihat masih tinggi di beberapa wilayah Desa Karangrowo, Undaan, Kamis (11/2/2021). Foto: Rabu Sipan

“Banjir yang paling tinggi di Dukuh Karangrowo Krajan itu yang paling tinggi di kampung sini. Malah di sini itu ada rumah yang kebanjiran sampai dua meter,” ujar pria yang akrab disapa Budi kepada Betanews.id.

-Advertisement-

Baca juga: Tinjau Banjir di Kudus, Gus Yasin: ‘Kami Akan Upayakan Pompa Penyedot Banjir’

Dia mengaku, rumahnya juga kebanjiran tapi tidak sampai dua meter. Menurutnya, rumahnya tersebut kebanjiran sekitar satu meter. Karena kebanjiran, dia pun memutuskan untuk mengungsi di rumah saudaranya yang tidak kebanjiran dan lokasinya dekat. Ia tidak mengungsi di tempat pengungsian yang disediakan oleh pihak desa karena lokasinya jauh.

“Kalau mengungsi di balai desa jauh tempatnya. Nanti kejauhan kalau mau mengecek rumah,” ungkapnya.

Warga yang kebanjiran, tuturnya ada yang memutuskan untuk mengungsi, ada pula yang memilih untuk bertahan dengan berbagai alasan. Menurutnya, jumlah warga yang mengungsi dan bertahan sama banyaknya. Untuk bantuan logistik kata dia lancar. Pihak desa secara rutin mengirimkan nasi bungkus menjelang waktu makan.

“Jumlah warga yang mengungsi dan tidak itu paroan. Kiriman nasi bungkus selama kebanjiran lancar. Terkadang juga ada bantuan mi instan dan lainnya,” bebernya.

Terpisah, Kepala Desa Karangrowo Heri Darwanto (47) dengan didampingi kepala BPD Desa Karangrowo Darwanto mengatakan, sudah 10 hari Dukuh Krajan, Desa Karangrowo terkena musibah banjir dengan ketinggian antara 80 sentimeter sampai 1,5 meter. Akibat banjir hampir 100 persen warga dukuh tersebut terdampak dan sejak beberapa hari lalu dievakuasi ke pengungsian.

Baca juga: Air Banjir Berwarna Hitam dan Berbau di Jati Wetan Diklaim Tidak Berbahaya

“Pas hari pertama pengungsian, data yang masuk ada sekitar 500 warga yang mengungsi. Kalau saat ini banjir suda mulai surut, sehingga ada warga yang sudah pulang ke rumahnya. Total sekarang pengungsi masih sekitar 250 jiwa,” ujar kepala desa yang akrab disapa Heri.

Dia mengatakan, banjir di Dukuh Krajan, Karangrowo merupakan banjir tahunan. Banjir disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi di wilayah Kudus, termasuk di bagian utara. Menurutnya, wilayah Gunung Muria kalau banjir air akan mengalir ke Sungai Dawe dan Piji. Kemudian melalui dua sungai tersebut dibawa ke wilayah bagian selatan Kota Kretek.

Seharusnya lanjut Heri, air tersebut kemudian mengalir ke Sungai JU 1 dan Sungai JU 2 kemudian ke Sungai Juana. Namun, karena sungai-sungai tersebut mengalami kedangkalan, sehingga air menuju ke Karangrowo. Sebab wilayah desa yang dipimpinnya itu cekung dan di wilayah dataran rendah.

“Banjir di desa kami itu sebenarnya tahunan. Namun karena intensitas hujan yang tinggi sehingga debit banjir yang terjadi sekarang ini pun lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Kami berharap pemerintah pusat untuk menormalisasi sungai-sungai yang ada di Kudus dan sekitarnya,” harapnya mengakhiri.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER