31 C
Kudus
Sabtu, Januari 23, 2021
Beranda Kuliner Selain Digemari Anak-Anak,...

Selain Digemari Anak-Anak, Mi Lidi Mbah Atik Ini juga Jadi Camilan Favorit Ibu Hamil

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam sebuah etalase gerobak yang berada di tepi selatan pintu masuk Museum Kretek Kudus, tampak puluhan plastik transparan tertata rapi. Di dalam plastik tersebut terlihat camilan berbentuk lidi berwarna kuning. Camilan itu tampak dilapisi bumbu serbuk berwarna merah hati. Jajanan tersebut yakni mi lidi yang jadi favorit wanita hamil.

Sri Widayanti (65) penjual mi lidi menuturkan, camilan kekinian yang dijualnya itu digemari segala usia baik Pria maupun wanita, mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa. Bahkan ia mengatakan, mi lidi yang dijualnya itu jadi favorit ibu-ibu hamil.

Mbah Atik sedang melayani pembeli mi lidi di lapak jualannya. Foto: Rabu Sipan.

“Mie lidi ini disukai segala usia, mulai anak-anak, remaja, hingga dewasa. Bahkan wanita hamil juga banyak yang ngidam mi lidi yang saya jual,” ujar Atik kepada Betanews.id, Jumat (1/1/2021).

Baca juga: Manjakan Lidah dengan Krispinya Pisang Goreng S3 yang Tak Pelit Toping

Perempuan yang tinggal tidak jauh dari tempat jualannya itu tidak tahu pasti alasan kenapa wanita hamil suka dengan mi lidi. Karena memang tidak ada mitos atau kandungan tertentu di dalamnya untuk janin. Namun kata dia, wanita hamil itu biasanya emosinya tidak stabil dan cenderung naik turun, serta mereka itu suka banget nyemil. Satu di antara camilan yang digemari yakni mi lidi ini.

“Pada dasarnya siapa saja yang datang beli mi lidi saya senang. Namun, kalau yang beli wanita hamil saya lebih senang. Sebab mereka itu suka borong, belinya pasti lebih dari lima bungkus,” ungkap perempuan yang sudah dikaruniai empat cucu tersebut.

Dia mengatakan, menjual mi lidi dengan empat varian rasa berbeda. Antara lain rasa pedas asin, super pedas, balado, serta jagung pedas. Dia pun merinci rasa yang digemari oleh pembelinya. Pedas asin dan super pedas jadi kegemaran para remaja dan dewasa. Sedangkan anak-anak itu lebih suka rasa jagung manis dan balado.

“Jadi memang rasanya itu ada favorit masing-masing. Untuk harga saya mematoknya sama yakni Rp 2 ribu per bungkus,” ujarnya.

Baca juga: Unik dan Bikin Penasaran, Keripik Gedebog Pisang Ini Peminatnya Hingga Malaysia

Dalam sehari, ia mengaku mampu menjual sekitar 50 bungkus. Menurutnya, penjualannya turun drastis sejak ada pandemi corona. Sebelum ada pandemi ia mengaku mampu jual sekitar 100 bungkus terkadang lebih.

“Setiap hari berjualan saya biasanya bawa 100 bungkus bahkan lebih. Sebelum ada corona mi lidi yang saya bawa itu bisa ludes terjual dalam sehari. Kalau sekarang palingan hanya bisa jual separuhnya,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
27,373PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler