31 C
Kudus
Jumat, Agustus 12, 2022
spot_img
BerandaKUDUSKemen PUPR Anggarkan...

Kemen PUPR Anggarkan Rp 67 Miliar untuk Normalisasi Sungai Wulan

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara alat berat jenis eskavator dibarengi hembusan angin yang kencang begitu berisik dan memonopoli pendengaran saat berada di Dukuh Goleng, Desa Pasuruhan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Dua eskavator tampak mengeruk tanah di samping lokasi tanggul Sungai Wulan yang jebol, sedangkan satu unit lainnya bertugas menancapkan bambu untuk penahan. Di sekitar tanggul jebol itu, beberapa orang tampak bahu membahu mengangkut karung berisi tanah untuk menambal tanggul itu.

Di dekat mereka, rombongan orang berbaju putih tampak mengawasi pekerjaan tersebut. Mereka adalah perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Salah satunya adalah Bob Arthur Lombogia, Direktur Sungai dan Pantai Kemen PUPR.

Penambalan tanggul sungai terus dikebut untuk antisipasi adanya banjir susulan. Foto: Rabu Sipan.

Ditemui di sela-sela peninjauan, Bob menerangkan, proses penambalan tanggul sungai yang jebol diperkirakan akan selesai dalam dua sampai tiga hari ke depan. Perbaikan ini bersifat sementara dan nanti akan dilanjutkan dengan proyek normalisasi sungai. Menurutnya, proyek normalisai sungai ini sudah ada kontrak dan sudah jalan sejak November 2020. Bahkan, anggarannya juga sudah disiapkan yakni sebesar Rp 67 miliar.

- Ads Banner -

Baca juga: Normalisasi Sungai Wulan Terkendala Lahan, Hartopo Berharap Warga Sudi Hibahkan Tanah

“Anggaran 67 miliar itu untuk penambalan tanggul yang jebol, normalisasi Sungai Wulan serta apa saja yang perlu dikerjakan dalam rangka meningkatkan kapasitas tampungan sungai,” ujarnya kepada awak media, Senin (4/1/2020).

Dia menuturkan, pembuatan tanggul darurat sepanjang 40 meter dengan lebar 10 meter dan tinggi 6 meter itu akan dikebut. Menurutnya, pembuatan tanggul darurat itu memang perlu dilakukan agar lebih mudah dan cepet selesai, sehingga nanti tidak ada banjir susulan. Sedangkan, untuk kendala pembuatan tanggul darurat adalah ketersediaan tanah uruk.

“Kalau kendalanya, ya tanah uruknya. Sebab kami harus mendatangkan tanah uruk dari luar untuk bikin tanggul darurat,” ungkap Bob.

Sedangkan untuk normalisasi sungai, kata dia, pihaknya terkendala pembebasan lahan warga. Sebab, lahan di area Sungai Gelis yang dimiliki warga itu bersertifikat. Jadi tidak bisa serta merta diambil alih, dan pembebasan lahan itu merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Kudus.

Baca juga: Cek Penambalan Tanggul Sungai, Hartopo: ‘Kalau Bisa Hari Ini Selesai Agar Tak Banjir Lagi’

Lebih lanjut, tuturnya, untuk normalisasi Sungai Wulan sepanjang 4,5 kilometer tersebut terhalang lahan warga seluas 1,8 hektare. Sehingga, dia memohon Pemerintah Kabupaten Kudus untuk bersedia membantu pembebasan lahan. Ini dibutuhkan agar normalisasi sungai bisa dikerjakan dan dikebut supaya selesai sesuai kontrak yakni pada Oktober 2021. Sebab kata dia, periode ini tidak ada anggaran pembebasan lahan dari kementerian.

“Program-program ini kan usulan dari pemerintah daerah dan kami menindaklanjutinya. Sayang juga kan kalau normalisasi sungai yang sudah dianggarkan gagal,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

LIPSUS 15 - Ketoprak Pati Pantang Mati

LIPUTAN KHUSUS

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

32,381FansSuka
15,327PengikutMengikuti
4,330PengikutMengikuti
90,084PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler