Tak Mau Kerja Ikut Orang Terus, Mashadi Rintis Usaha Jahit yang Kini Terkenal Berkualitas

BETANEWS.ID, KUDUS – Suara jahit terdengar di dalam sebuah bangunan tepi selatan Jalan Raya Kudus-Jepara, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Di dalam bangunan tampak beberapa orang sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ada yang menjahit, serta ada yang terlihat menggambar pola pada kain kemudian memotongnya. Pria yang menggambar pola tersebut adalah Mashadi (52) pemilik Alvin Tailor.

Sembari terus beraktivitas, Mashadi pun sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia menuturkan, mulai merintis usaha jahit sejak 15 tahun yang lalu. Namun, sebelum ia punya keberanian mandiri dan rintis usaha, dia mengaku terlebih dulu bekerja ikut orang di bidang serupa. Menurutnya, bekerja ikut orang itu dilakoni selama delapan tahun.

Mashadi, pemilik Alvin Tailor sedang mengerjakan pesanan pakaian. Foto: Rabu Sipan.

“Saya kerja ikut orang lumayan lama yakni delapan tahun. Dari remaja hingga sudah menikah. Setelah mampu menguasai bidang menjahit aneka jenis pakaian, saya pun memberanikan diri untuk merintis usaha sendiri,” ujar Mashadi kepada Betanews.id, Senin (21/12/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Meski Lokasi Sempit, Toko Mesin Jahit Singer Diklaim Terlengkap di Kudus

Pria yang tinggal tidak jauh dari tempat usahanya tersebut menuturkan, nekat merintis usaha karena ia tidak ingin kerja ikut orang terus dan berada pada zona nyaman. Berbekal keterampilan yang dipunya, ia pun nekat merintis usaha dengan modal seadanya. Dia mengaku, dengan merintis usaha, peluang untuk berkembang dan maju itu terbuka lebar. Sedangkan kalau kerja ikut orang berkembangnya itu susah.

“Saya merintis usaha tailor karena saya ingin mandiri. Selain itu agar bisa lebih berkembang dan maju secara finansial,” beber pria yang sudah dikaruniai tiga anak tersebut.

Dia menambahkan, Alvin Tailor menerima jasa jahit pembuatan aneka jenis pakaian. Di antaranya, kemeja pendek dan panjang pria dan wanita. Celana pendek serta panjang dan jas. Dia pun kemudian merinci harganya. Untuk pembuatan kemeja mulai Rp  80 ribu sampai Rp 90 ribu. Itu untuk kemeja biasa kalau yang ada furingnya kena lebih mahal yakni Rp 130 ribu.

Sedangkan pembuatan celana dibanderol Rp 110 ribu, kemudian jas ongkosnya Rp 1 juta. Menurutnya, harga tersebut merupakan ongkos jahit, sedangkan kain bahan pakaian itu dari para pelanggan.

Baca juga: Inspiratif, Pasangan Difabel Ini Pilih Usaha Jahit Agar Tak Bergantung Orang Lain

“Saya juga menerima order pembuatan seragam sekolah mulai Rp 160 ribu untuk SMP dan Rp 170 ribu per setel untuk SMA. Sedangkan seragam instansi pemerintah saya hargai Rp 190 ribu per setel,” jelasnya.

Dia mengatakan, selama ini pelanggannya sudah banyak. Sebab hasil jahitan di Alvin Tailor itu sangat berkualitas, rapi, dan awet atau tidak gampak rusak. Dalam sebulan, ia mengaku bisa mendapatkan order pembuatan aneka jenis pakaian ratusan buah.

“Saya berharap Alvin Tailor makin dikenal. Makin berkembang dan selalu bisa memuaskan para pelanggan,” harapnya mengakhiri.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER