BETANEWS.ID, KUDUS – PMI Kudus harus bekerja ekstra dalam upaya memenuhi kebutuhan darah di sejumlah rumah sakit di wilayah Kudus dan sekitarnya. Mengingat, masa pandemi Covid-19 ini, sejumlah instansi, perusahaan dan tempat ibadah melakukan pembatasan. Hal tersebut berdampak terhadap aktivitas PMI Kudus yang tidak bisa menggelar kegiatan donor darah secara normal.
Praptiningsih (54), Humas PMI Kudus mengungkapkan, bahwa stok darah yang tersedia saat ini mengalami kritis. Hal itu disebabkan masifnya permintaan dari sejumlah rumah sakit tidak sebanding dengan jumlah pendonor. Demi menarik minat pendonor, pihaknya saat ini memberi souvenir bagi pendonor.
Baca juga : Stok Darah AB di PMI Kudus Kosong
“Sejumlah tempat memang belum bisa melakukan aktivitas donor seperti biasanya. Seperti gereja dan sejumlah perusahaan tidak mau mengadakan donor darah. Saat ini kami beri tambahan souvenirnya dengan sembako, minyak 1 liter dan gula setengah kilogram. Selain itu juga ada menu donor seperti biasanya,” terangnya, Rabu (16/12/2020).
Prapti begitu dia akrab disapa, melanjutkan rincian stok darah yang ada di PMI Kudus saat ini. Untuk golongan darah A ada 59 kantong, B (19 kantong), AB (0) dan O (10 kantong). Sedangkan stok trombosit, golongan darah A (0), B (0), AB (0) dan O (1 kantong).
Sementara itu, Arief Adi Saputro, Kepala Unit Donor Darah PMI Kudus menambahkan, dalam upaya memenuhi stok darah, pihaknya mengadakan donor darah dalam gedung dan mobil unit luar gedung. Mengingatkan pendonor lewat WA gateway, terutama untuk stok golongan darah yang saat ini minim.
“Kami juga memberikan info kepada media dengan harapan bisa ikut menyebar informasi stok darah. Agar, warga Kudus tergugah untuk donor darah,” katanya.
Baca juga : Masuki Musim Hujan, PMI Kudus Kewalahan Penuhi Permintaan Darah
Dirinya juga menjelaskan, terkait penularan Covid-19 antarindividu bisa terjadi bila screening dan protokol kesehatan tidak dijalankan. Sedangkan di PMI, screening lewat pertanyaan dan penerapan protokol protokol kesehatan berjalan dengan ketat.
“Di PMI sendiri screening lewat pertanyaan dan penerapan 3M berjalan dengan ketat. Insya Allah dengan penerapan tersebut bisa meminimalkan penularan. Penularan Covid-19 lewat transfusi darah berdasarkan literatur yang ada juga belum terbukti,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

