BETANEWS.ID, KUDUS – Meningkatnya permintaan darah dari sejumlah rumah sakit membuat Palang Merah Indonesia (PMI) Kudus kewalahan dalam memenuhi permintaan kebutuhan darah.
Praptiningsih (54), Humas PMI Kudus mengungkapkan, bahwa permintaan darah AB sedang meningkat. Sedangkan jumlah pendonor darah saat ini menurun. Ia merinci, stok darah yang ada di PMI Kudus saat ini. Untuk golongan darah A (89) kantong, B (60) kantong, AB (0) dan O (95) kantong. Sedangkan stok trombosit, golongan darah A (4) kantong, AB (0) dan O (1) kantong.
Baca juga : Masuki Musim Hujan, PMI Kudus Kewalahan Penuhi Permintaan Darah
Sementara itu, Arief Adi Saputro, Kepala Unit Donor Darah PMI Kudus menambahkan, jika stok darah secara keseluruhan tidak bisa dikatakan kurang. Menurutnya, permintaan darah AB biasanya tidak terlalu sering. Karena akhir-akhir permintaan darah AB meningkat, sehingga stok untuk hari ini kosong.
“Secara keseluruhan tidak bisa dikatakan kurang, hanya AB saja. Mungkin karena permintaan meningkat akhir-akhir ini. Biasanya permintaan darah AB tidak terlalu sering. Insya Allah dengan donor darah dalam gedung dan mobile unit luar gedung hari ini bisa sedikit menambah stok AB,” katanya, Sabtu (5/12/2020) pagi.
Dalam upaya memenuhi stok darah, pihaknya mengadakan donor darah dalam gedung dan mobile unit luar gedung. Kemudian mengingatkan pendonor lewat WA gateway terutama untuk stok golongan darah yang saat ini minim.
“Kami juga memberikan info kepada media dengan harapan bisa ikut menyebar informasi stok darah. Agar warga Kudus tergugah untuk donor darah,” katanya.
Baca juga : Stok Darah di PMI Kudus Hanya Cukup untuk Dua Hari, Golongan O Kritis
Dirinya juga menjelaskan, terkait penularan Covid-19 antarindividu bisa terjadi bila screening dan protokol kesehatan tidak dijalankan. Sedangkan di PMI, screening lewat pertanyaan dan penerapan protokol kesehatan berjalan dengan ketat.
“Di PMI sendiri screening lewat pertanyaan dan penerapan 3M berjalan dengan ketat. Insya Allah dengan penerapan tersebut bisa meminimalisir penularan. Penularan Covid lewat transfusi darah berdasarkan literatur yang ada juga belum terbukti,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

