BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah ruangan yang berada di kantor PMI Kudus, seorang pria mengenakan baju batik berwarna biru tampak duduk dengan sejumlah berkas di mejanya. Ia yakni Arief Adi Saputro, Kepala Unit Donor Darah PMI Kudus. Setelah menerima laporan stok darah, pria yang akrab disapa Arief itu berbagi informasi kepada betanews.id.
November 2020 ini, pihaknya mulai kewalahan memenuhi permintaan darah dari Rumah Sakit. Khususnya golongan darah O yang saat ini stoknya mulai menipis. Selain itu, permintaan trombosit (TC) juga meningkat jika dibanding Oktober 2020 lalu.

“Saat ini stok golongan darah O yang menipis. Hari ini hanya ada 42 kantong dan TC hanya 2 kantong. Padahal permintaan sedang meningkat. Memasuki musim hujan biasanya memang pasien Demam Berdarah (DB) meningkat,” terangnya, Kamis (13/11/2020) pagi.
Baca juga: Terima Penghargaan dari Ganjar, Andre: ‘Saya Hanya Bisa Bantu Darah Karena Tak Punya Materi’
Dari jumlah tersebut, stok golongan darah O diperkirakan hanya cukup untuk satu hari saja. Sambil membuka ponselnya, ia juga merinci stok darah yang lain. Untuk golongan darah A ada 105 kantong, B 95 kantong dan AB 31 kantong.
“Yang jelas golongan darah O yang saat ini paling dibutuhkan. Untuk golongan darah yang lain juga belum aman, bisa dikatakan aman jika stok 100 hingga 150 kantong. Tetapi saat ini permintaan paling banyak golongan darah O,” jelasnya di kantor yang berada di Jalan Kudus-Purwodadi, Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu.
Ia juga membeberkan, di musim hujan pihaknya mengalami kendala dalam aktivitas donor darah di luar. Selain kendala hujan, sejumlah perusahaan juga masih membatasi untuk aktivitas donor darah. Hal itu menyebabkan kegiatan donor darah masih belum bisa kembali normal.
Baca juga: Nur Ajarkan Anak Berbagi Melalui Donor Darah
“Saya rasa semua PMI mengalami hal yang sama. Karena menurunnya jumlah pendonor dan kebutuhan rawat inapnya masih banyak permintaan. Meski begitu, kami tetap harus melakukan berbagai upaya demi memenuhi kebutuhan darah di Rumah Sakit,” kata Arief.
Upaya yang dilakukan pihak PMI Kudus diantaranya dengan menghubungi para pendonor yang sudah memasuki 75 hari. Karena jarak donor darah tidak boleh kurang dari 75 hari. Selain itu juga menambah jadwal donor darah di sejumlah desa, seperti Desa Besito, Papringan, Colo, dan Nganguk.
“Ada berbagai upaya yang sudah kami lakukan, diantaranya WA gateway, yang sudah waktunya donor kita hubungi lagi. Kemudian bekerjasama dengan sejumlah desa juga. Dan kantor melayani donor darah mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB, sedangkan untuk permintaan darah kami layani 24 jam,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

