31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Ribuan Hektare Sawah di Kudus Kebanjiran, Petani Pasrah Tak Bisa Balik Modal

BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan dengan intensitas tinggi di Kabupaten Kudus dalam beberapa hari ini menyebabkan terjadinya banjir di beberapa kecamatan. Selain menerjang pemukiman, banjir juga merendam ribuan hektare sawah yang saat ini memasuki masa tanam 1 (MT-1). Peristiwa alam ini membuat petani di Kota Kretek mengaku hanya bisa pasrah.

Seperti yang terjadi di area persawahan Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, banjir merendam persawahan warga dengan ketinggian antara 40 hingga 110 sentimeter. Satu di antara petani yakni Hadi mengaku sudah hampir seminggu lebih sawahnya terendam banjir. Hingga kini, dirinya belum melakukan tindakan apapun untuk mengatasi hal tersebut.

“Jalan keluarnya, ya harus disedot pakai pompa. Tapi ya itu, biayanya cukup mahal,” katanya.

-Advertisement-

Baca juga: Banjir di Desa Jati Wetan Terjang 64 Rumah, Warga Ogah Mengungsi

Lebih lanjut kata dia, banjir ini membuat petani di Undaan merugi sekitar Rp 2 juta per hektare. Kerugian ditaksir pihaknya berdasarkan kalkulasi biaya pengolahan sawah, pembibitan hingga penanaman padi.

Akibat dari kerugian itu, tuturnya, membuat banyak petani di Undaan memilih membiarkan sawahnya terendam banjir dan masa tanam 1 tahun 2020-2021 gagal.

“Kita sudah rugi sekitar Rp 2 juta. Kalau harus mengeluarkan uang lagi untuk penyedotan air, berat rasanya,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Samijo, petani Wonosoco lain. Dikatakannya, ada sekitar 109 hektare sawah di desanya yang terendam banjir. Sawah-sawah tersebut rata-rata ditanami padi dengan usia tanam antara 15 hingga 25 hari.

“Sawah-sawah yang di atas itu tanaman padi berumur sekitar 25 hari. Sedangkan yang di bawah sini, kira-kira usianya 15 hari,” ujarnya.

Setali tiga uang dengan Hadi, dia mengaku memilih membiarkan tanam padi di sawahnya tergenang banjir. Sebab ia mengaku, tak mau lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk sewa pompa penyedot air.

“Setiap tahun memang seperti ini, bagaimana lagi,” ucapnya pasrah.

Baca juga: 600 Rumah di Desa Mejobo Terendam Banjir

Terpisah, Kepala Desa Wonosoco Setiyo Budi menuturkan, sebelumnya telah melakukan langkah antisipasi. Di antaranya dengan menutup saluran gorong-gorong yang menghubungkan persawahan dan Sungai Londo. Tujuannya, agar saat terjadi peningkatan debit air di Sungai Londo tidak melimpas dan membanjiri sawah warga.

Namun, ungkapnya, upaya tersebut tidak cukup berhasil. Sehingga dalam waktu dekat pihak desa akan mengupayakan penyedotan genangan air dari sawah menggunakan pompa berukuran 8 dim.

“Kami usahakan itu, untuk mengurangi debit genangan di sawah. Sekaligus menyelamatkan tanaman padi warga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistyanto mengungkapkan, ada 1.574 hektar sawah di Kudus yang tergenang banjir. Rinciannya, Kecamatan Kaliwungu 4 hektare, Kecamatan Jati 1 hektare, Kecamatan Undaan 666 hektare, Kecamatan Mejobo 374 hektare, serta Kecamatan Jekulo ada 529 hektare.

Baca juga: Banjir Mejobo Sebabkan Lalu Lintas Tersendat, Banyak Kendaraan Mogok

“Usia tanaman padi yang kebanjiran sekitar 5 hingga 65 hari,” imbuhnya.

Menindaklanjuti hal ini, Catur mengaku akan meminjamkan pompa air untuk menyedot air dari persawahan yang terendam. Pihaknya juga akan memfasilitasi pengajuan klaim asuransi petani jika tanaman padi ada yang puso.

“Sebagian petani merupakan peserta asuransi usaha tani padi (AUTP). Kami siap mendata kebutuhan benih bila ada tanaman padi akhirnya puso,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER