BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa orang pria terlihat sibuk di lantai bawah bangunan yang berada di tepi selatan Jalan Raya Kudus – Jepara, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Mereka terlihat berbagi tugas. Ada yang membikin pola dan memotong bahan dari kulit, ada yang merangkainya serta memasang sol. Serta seorang pria di pojok sibuk dengan kaki kayu yang ia tempel kertas, sambil sesekali melihat gambar sepatu di smartphone miliknya. Pria itu yakni Makrup (46) pemilik toko Malabi.
Sembari beraktivitas, Makrup sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, usahanya tersebut dirintisnya sejak 2005. Sebelum mendirikan usaha, ia terlebih dulu kerja ikut orang di usaha serupa selama 10 tahun di Jakarta. Karena bosan merantau dan saat itu sudah punya anak, ia putuskan untuk pulang kampung dan merintis usaha membuat kerajinan dari kulit di tanah kelahirannya.

Baca juga : Gunakan Trik Pemasaran Warisan Orang Tua, Produk Sinta Shoes Tetap Digemari Konsumen
“Saya merantau itu sejak remaja hingga menikah dan punya anak. Bosan saya, masak mau merantau dan kerja ikut orang terus, kapan majunya. Dari pemikiran tersebut saya pun mulai merintis usaha di Kudus,” ujar Makrup kepada betanews.id, Jumat (6/11/2020).
Pria yang tercatat sebagai warga Desa Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu, Kudus menuturkan, Toko Malabi merupakan pusatnya kerajinan kulit di Kudus. Dengan bahan kulit, Makrup mampu bikin sepatu yang dijualnya mulai Rp 280 ribu per pasang, sandal dibanderol mulai Rp 180 ribu sepasang. Kemudian, ikat pinggang harganya Rp 160 ribu, ada juga tas yang dilepas mulai harga Rp 200 ribu, serta jaket dijual mulai harga Rp 500 ribu per pcs.
“Kami juga menyediakan aneka dompet kulit dan gantungan kunci keren dan elegan,” beber pria yang sudah dikaruniai dua anak tersebut.
Dia mengaku, memilih menggunakan bahan kulit sapi, kambing dan domba, karena punya beberapa keunggulan. Di antaranya, lebih kuat, awet, nyaman dipakai, serta elegan. Meski harga agak lebih mahal dari bahan lainnya, tapi dengan keunggulan tersebut, aneka barang terbuat dari kulit itu peminatnya banyak. Untuk pelanggan Toko Malabi tuturnya, meliputi Kudus, Jepara, Demak, Pati, dan Semarang.
“Biasanya Toko Malabi itu jujugan mereka para eksekutif muda. Mereka yang ingin punya penampilan parlente dengan alas kaki (sepatu) elegan,” ujarnya.
Baca juga : Toko Online Makin Populer, Aksesoris Foto Produk dari Lalunaz Gallery Banyak Peminat
Dia menuturkan, banyak pembeli dan pesanan itu saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan di hari – hari biasa palingan hanya mampu jual sekitar lima pasang sepatu atau sandal. Menurutnya, di hari biasa itu yang banyak orderan reparasi.
“Selain memproduksi sepatu, sandal, tas, jaket dari kulit. Saya juga menerima orderan reparasi barang – barang berbahan kulit yang saya sebut tadi. Aneka barang yang saya produksi dan kami reparasi itu bergaransi selama tiga bulan,” tutupnya.
Editor : Kholistiono

