Terimbas Pandemi, Buruh Bangunan Ini Nafkahi Keluarga dengan Bikin Layangan

BETANEWS.ID, KUDUS – Di depan teras sebuah rumah di Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tampak seorang pria sedang membelah batang bambu. Setelah terbelah kecil-kecil, bambu itu kemudian diraut agar rapi. Setelahnya, ia merangkainya jadi kerangka layangan sowangan. Oleh pria tersebut, kerangka itu kemudian dibawa ke ruang tamu dan dipasangi plastik. Pria tersebut yakni Nor Khamid (34) pembuat layangan karakter dan sowangan.

Seusai menyelesaikan pekerjaannya, pria yang akrab dengan sapaan Nor itu sudi berbagi kisah tentang kerajinan tersebut. Dia mengatakan, sebelum bikin layangan, ia dulunya bekerja sebagai kuli bangunan. Namun, sejak ada pandemi banyak kota yang melakukan pembatasan, sehingga proyek banyak yang berhenti. Hal itu pun membuatnya jadi pengangguran.

Nor menunjukkan layangan sowangan yang dibuatnya. Foto: Rabu Sipan.

“Karena menganggur itu, saya iseng-iseng bikin layangan ikan petekan untuk saya terbangkan sendiri. Nah, anak-anak tetangga yang melihat malah pada pesan minta dibuatin dan nanti akan dibeli. Saya pun menyanggupinya,” ujar Nor kepada Betanews.id, Senin (12/10/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Pilih Buat Layangan Karekter daripada Petekan, Ternyata Untungnya Lima Kali Lipat

Ternyata, kata dia, setelah melayani beberapa permintaan pembuatan layangan petekan anak tetangganya itu, pesanan setiap hari makin ramai. Dia mengaku sampai kewalahan melayani semua pesanan, sebab peminatnya tidak hanya orang satu desanya saja, melainkan banyak juga orang lain desa.

“Layangan petekan satunya saya jual Rp 2 ribu. Saat itu setiap harinya saya mampu bikin 70 buah. Setelah jadi, biasanya langsung habis diangkut para pembeli,” papar pria yang sudah dikaruniai dua anak tersebut.

Pria yang berasal dari Blora itu mengatakan, membuat layangan petekan itu selama dua bulan. Setelah itu kemudian ia beralih membikin layangan karakter dan sowangan. Awal ia beralih itu, ada tetangganya yang pesan untuk dibikinkan layangan karakter dan sowangan. Setelah jadi, sebelum diambil pemiliknya, hasil karyanya itu difotonya dan diposting ke media sosial.

“Setelah saya posting itu saya langsung kebanjiran orderan. Bahkan saat itu juga ada yang pesan 100 layangan karakter, belum yang lainnya,” ujar pria yang mengenakan kaus oblong itu.

Baca juga: Layangan Bentuk Pocong Dijual di Peganjaran, Pada Penasaran tapi Takut Beli

Dia mengatakan, sampai saat ini orderan layangan karakter dan sowangan masih banyak. Di tempatnya, ia membuat aneka layangan karakter seperti, pocong, kuntilanak, kupu-kupu, kelelawar, elang, pesawat, naga, dan sowangan.

“Untuk harga layangan karakter satunya saya banderol Rp 25 ribu. Sedangkan layangan sowangan saya hargai Rp 30 ribu,” jelasnya.

Sedang peminatnya itu lumayan banyak. Bahkan, pelanggannya itu kebanyakan para bakul. Mereka ada yang dari Kudus, Jepara, Pati, Demak, dan Purwodadi.

“Kalau pesanan itu banyak. Namun karena pengerjaannya masih dikerjakan sendiri. Sehari saya hanya mampu produksi sekitar 17 layangan karakter dan sowangan,” bebernya.

Baca juga: Mbah Parwan Kewalahan Penuhi Orderan Layangan, Setiap Buat Langsung Habis

Dia bersyukur, meski sejak ada pandemi ia tidak bisa bekerja di proyek, tapi Tuhan memberikan rezeki untuk menafkahi keluarga lewat jalan lain, yakni layangan. Ia pun sadar kalau bikin kerajinan itu merupakan usaha musiman. Oleh sebab itu, ia sudah menyiapkan membuat kreasi lainnya.

“Nanti saat musim layangan berakhir. Saya akan membuat kerajinan miniatur truk. Semoga saja banyak peminatnya juga,” tukas Nor.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER