Mbah Parwan Kewalahan Penuhi Orderan Layangan, Setiap Buat Langsung Habis

BETANEWS.ID, KUDUS – Mbah Parwan (80) terlihat sibuk di teras rumahnya yang berada di RT 1 RW 4 Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Pria renta itu tampak mengambil beberapa bilah bambu yang sudah dirapikan untuk dijadikan layangan. Kemudian bilah bambu itu dirangkai bentuk burung dan kemudian dilapisi kain.

Selanjutnya, layangan tersebut digoji dan kemudian diterbangkan. Setelah yakin bisa terbang, layangan berwarna merah kombinasi hitam itu pun siap dipasarkan. Seusai menyelesaikan aktivitasnya, Parwan pun berbagi penjelasan tentang layangan bikinannya yang laris diburu pembeli itu.

Mbah Parwan sedang membuat layangan karakter di rumahnya, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (21/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

Dia mengatakan, pada musim kemarau atau menjelang Agustus, permintaan layangan karakter meningkat tajam. Bahkan Parwan, mengaku sampai kewalahan memenuhi permintaan para pencinta layangan.

-Advertisement-

Baca juga: Mbah Parwan, Perajin Layangan Legendaris Asal Kudus

“Permintaan layangan karakter sejak sebulan yang lalu banyak sekali. Saya sampai kewalahan, beberapa kali ada pelanggan yang datang tidak kebagian. Biasanya, kemudian mereka pesan dan datang di hari selanjutnya,” ujar Parwan kepada Betanews.id, Selasa (21/7/2020).

Pria yang sudah dikaruniai empat cucu itu mengatakan, dalam sehari hanya mampu membuat empat layangan karakter. Satu layangan tersebut dijualnya dengan harga Rp 40 ribu. Menurutnya, empat layangan yang dibikinnya itu biasanya langsung terjual pada hari itu juga.

Model atau bentuk karakter layangannya juga ada berbagai macam. Di antaranya, berbentuk burung, kupu-kupu, kelelawar atau Batman, terjun payung, jet-jetan, capung, dan Garuda.

“Khusus berbentuk capung harganya Rp 50 ribu. Sedangkan yang paling diminati itu yang berbentuk Burung Garuda,” ungkapnya.

Baca juga: Pesona Kerajinan Bambu Surya Art yang Tak Pernah Sepi Peminat

Dia mengatakan, sebenarnya layangan karakter bikinannya ada juga yang bentuknya lebih besar. Yang dijualnya dengan harga Rp 80 ribu dan Rp 100 ribu. Khusus yang harga Rp 100 ribu layangannya bisa dilipat.

“Peminat layangan karya saya itu banyak. Sebab ada jaminan pasti bisa diterbangkan. Pelanggan, selain orang Kudus juga ada orang Demak, Jepara, dan Pati,” tutup Parwan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER