31 C
Kudus
Rabu, Agustus 12, 2020
Beranda Business Pilih Buat Layangan...

Pilih Buat Layangan Karekter daripada Petekan, Ternyata Untungnya Lima Kali Lipat

BETANEWS.ID, KUDUS – Pria renta dengan rambut, kumis, serta jenggot yang semuanya memutih tampak sibuk, siang itu. Dengan telaten, dia merangkai satu bilah bambu dengan bilah lainnya. Di sampingnya terlihat beberapa layangan berbentuk burung. Pria tersebut yakni Parwan (80) perajin layangan aneka karakter.

Dia mengatakan, sudah 10 tahun jadi perajin layangan berbentuk petekan dan layangan berbagai karakter. Menurutnya, di musim kemarau atau menjelang Agustus, ia lebih memilih fokus hanya membuat layangan berbagai karakter.

Mbah Parwan sedang membuat layangan karakter di rumahnya, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Selasa (21/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Menjelang Bulan Agustus saya lebih memilih produksi layangan aneka bentuk karakter. Sebab hasil uangnya lebih banyak dari pada memproduksi layangan petekan,” ujar Parwan kepada Betanews.id, Selasa (21/7/2020).

Baca juga: Peminat Kerajinan dari Bambu Hanya Moment Tertentu, Hadi Ikuti Permintaan Pasar

Warga Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu menjelaskan, jika memproduksi layangan petekan, sehari ia mampu membuat 30 layangan. Sedangkan untuk layangan aneka karakter, ia hanya bisa memproduksi empat layangan sehari.

Meski hanya empat, lanjutnya, memproduksi layangan karakter hasil uangnya lebih banyak. Sebab satu layangan karakter dijual dengan harga Rp 40 ribu. Sedangkan layangan petekan dibanderol seribu per satu layangan.

“Produksi layangan karakter saya bisa mendapatkan uang sekitar Rp 160 ribu sehari. Kalau produksi layangan petekan saya hanya dapat uang Rp 30 ribu sehari penuh. Jadi hasilnya itu lima kali lebih besar,” ungkap pria yang dikaruniai tiga anak itu.

Baca juga: Mbah Parwan, Perajin Layangan Beraneka Bentuk Sejak Puluhan Tahun Silam

Dia menuturkan, pada musim kemarau itu merupakan musimnya orang bermain layangan. Layangan karakter banyak diminati, begitu juga dengan layangan petekan. Namun karena alasan nilai ekonomi, ia lebih memilih produksi layangan berkarakter.

“Sebenarnya yang datang cari layangan petekan banyak. Namun, karena memang tidak produksi jadi banyak pelanggan yang kecewa,” tutup Mbah Parwan.

Editor: Ahmad Muhlisin

Karir Beta Media

Kami menantang kalian untuk bergabung di Tim Beta Media. Sebagai Media baru kami butuh talenta muda yang suka tantangan.

Tinggalkan Balasan

25,168FansSuka
13,322PengikutMengikuti
4,303PengikutMengikuti
15,292PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

BPJS Ketenagakerjaan Kudus Targetkan 100 Ribu Pekerja Dapat Subsidi Rp 600 Ribu

BETANEWS.ID, KUDUS - Sejumlah orang terlihat duduk di kursi antrean yang berada di kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus, (10/8/2020). Menaiki lantai dua...

Rapi dan Bergaransi, Pisau Buatan Andi Laris di Pasaran

BETANEWS.ID, KUDUS - Pagi itu Siswandi (36) terlihat sibuk dengan mesin gerinda di belakang rumahnya. Dia terlihat sedang mengkilapkan puluhan besi pisau...

Asyiknya Bersepeda Bareng Cewek-Cewek di Ceciwi Gowes

BETANEWS.ID, KUDUS - Matahari mulai condong ke Barat ketika rombongan pesepeda yang keseluruhannya beranggotakan perempuan sampai di sekitar Taman Oasis Djarum. Mereka...

Lutunna Rental, Jasa Persewaan Peralatan Bayi di Kudus yang Bikin Ibu Lebih Hemat

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa peralatan bayi terlihat tertata rapi di sebuah ruang depan rumah bercat kuning gading di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae,...

Produksi Tempe Super, Jadi Solusi Ekonomi Mantan TKI di Kala Pandemi

BETANEWS.ID, KUDUS - Seorang pria terlihat sedang sibuk dengan rendaman kedelai di belakanga rumah yang berada RT 3 RW 2 Desa Karangmalang,...

Tes SKB CPNS Kudus Akan Segera Dilaksanakan, Catat Jadwalnya!

BETANEWS.ID, KUDUS – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah mengeluarkan jadwal Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)...

Ganjar Perintahkan Pendampingan Secara Intens Terhadap Santri di Pati yang Terinfeksi Covid-19

BETANEWS.ID, SEMARANG – Sebanyak 26 santri salah satu pondok pesantren (ponpes) di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terkonfimasi positif...