24.4 C
Kudus
Senin, Februari 17, 2020
Beranda Ekonomi Mbah Parwan, Perajin...

Mbah Parwan, Perajin Layangan Beraneka Bentuk Sejak Puluhan Tahun Silam

SEPUTARKUDUS.COM, PLOSO – Seorang pria renta dengan rambut yang penuh uban tampak duduk di pelataran rumah di Desa Ploso RT 1, RW 4, Kecamatan Jati, Kudus. Sambil duduk dia terlihat memegang pisau untuk meraut bambu. Di sebelahnya tampak beberapa layangan berbagai bentuk. Pria tersebut yakni Parwan (75), serang perajin dan penjual layangan berbagai bentuk.

Di sela aktivitasnya, Parwan sudi berbagi kisah kepada Seputarkudus.com tentang kerajinan layangan yang ia buat. Dia mengungkapkan, menekuni pembuatan layangan beraneka bentuk selama satu dasawarsa. Dia menjadi pembuat layangan karena tak sengaja, karena sebelumnya, ia berjualan kayu bakar dan istrinya membuka warung makan.

“Aku berjualan kayu bakar sudah puluhan tahun, dan pada tahun 2007 aku membuat layangan. Namun bukan layangan pada umumnya, karena aku membuat layangan dengan bentuk vespa. Dan sejak itu banyak tetangga yang minta dibuatkan layangan dengan bentuk yang mereka inginkan,” ujarnya saat di temui beberapa waktu lalu.

Pria yang sudah dikaruniai tiga anak dan empat cucu itu mengatakan, saat itu layangan yang dia buat masih menggunakan bahan plastik. Suatu ketika, ada orang Jakarta yang punya kerabat di Kudus dan pesan layangan dengan bentuk burung, namun bahannya terbuat dari kain dan bisa dilipat. Menurutnya, pesanan itu diseutujuinya dan orang Jakarta itu sangat senang melihat hasilnya.

Sejak saat itu, dia mengaku mulai menyetok layangan dengan aneka bentuk dan mulai buka toko kecil di rumahnya. Selain layangan bentuk burung yang dijualnya dengan harga mulai Rp 30 ribu ukuran paling kecil hingga Rp 60 ribu. Sedangkan untuk bentuk kelelawar dijual Rp 50 ribu. Ada juga bentuk Batman dibaderol Rp 60 ribu, kupu-kupu dan ikan dijual seharga Rp 25 ribu serta Rp 40 ribu.

“Selain layangan dengan aneka bentuk, aku juga membuat layangan biasa berbentuk ikan petek dengan harga Rp 16 ribu per kodi dan aku jual ecer dengan harga Rp 1 ribu per pcs,” ungkapnya sambil menyalakan rokok kretek di tangannya.

Dia kemudian melanjutkan, saat ini layangan hasil karyanya dibeli para pedagang yang berada di Kudus, Jepara, Demak serta Purwodadi. Saat musim kemarau layangan besar dengan berbagai bentuk miliknya sedang laris. Kata dia, pada bulan Juni, Juli dan Agustus dia mampu menjual layangannya dengan aneka bentuk tersebut sekitar 100 pcs per bulan.

“Itu untuk layangan besar dengan berbagai macam bentuk, sedangkan layangan kecil petekan larisnya pada Januari hingga Mei. Saat bulan-bulan tersebut aku mampu menjual sekitar 8 ribu pcs layangan petekan,” jelasnya.

Selain menjual layangan, dia juga menjual benang dengan harga mulai RP 1500 ribu sampai Rp 10 ribu per rol. Sedangkan untuk layangan besar disediakannya kalar khusus yang dijualnya dengan harga Rp 10 ribu per rol.

“Di usia senjaku ini aku bersukur masih bisa berkarya meski hanya membuat layangan. Setidaknya bisa untuk menyambung umur, seperti toko ku ini yang aku beri nama Toko Nyambung Umur dengan harapan bisa menghasilkan agar tidak merepotkan anak-anaku, dan bisa untuk mengisi umur tuaku,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -
19,899FansSuka
13,468PengikutMengikuti
4,320PengikutMengikuti
8,850PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

Pria Asal Mayong Ini Berjualan Durian di Kudus, Keuntungan Bersih Rp 2 Juta Sehari

SEPUTARKUDUS.COM, GETAS PEJATEN - Di tepi barat jalan tepatnya di depan Graha Mustika Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, kudus tampak sebuah mobil bak terbuka...

Gebyok Khas Kudus Buatan Warga Undaan Tengah Ini Dijual Ratusan Juta

SEPUTARKUDUS.COM, JETIS KAPUAN - Tiga orang tampak sedang sibuk di dalam tempat usaha pembuatan gebyok ukir bernama Gong Sekaten, di tepi Jalan Kudus–Purwodadi, Desa...

Lulusan STAIN Kudus Ini Buat Sate Surimi, Buka Franchise di Beberapa Kota

SEPUTARKUDUS.COM, GONDOSARI - Di tepi Jalan PR Sukun, tepatnya di halaman Alfamart seberang lapangan tenis Sukun Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus, tampak gerobak lengkap...

Usaha Pembuatan Gebyok Khas Kudus Dirintis Malikan Sejak Masih Lajang

SEPUTARKUDUS.COM, JETIS KAPUAN - Di tepi timur Jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya di Desa Jetis Kapuan, Kecamatan Jati, Kudus, tampak sebuah bangunan beratap seng. Di dalam...

Tak Ingin Lama Berdamai dengan Keputusasaan karena Bercerai, Zun Bangkit Dirikan Annisa Collection

SEPUTARKUDUS.COM, TANJUNG KARANG - Suara bising mesin jahit terdengar saat memasuki pelataran rumah tembok bercat hijau di tepi Gang Kresna, Desa Tanjung Karang, Kecamatan...