31 C
Kudus
Selasa, Maret 31, 2020
Beranda Daerah Peminat Kerajinan dari...

Peminat Kerajinan dari Bambu Hanya Moment Tertentu, Hadi Ikuti Permintaan Pasar

BETANEWS.ID, KUDUS – Tumpukan bambu terlihat di depan sebuah rumah di Jl Suryo Kusumo Gang 1, Desa Jepang Wetan, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Seorang pria terlihat sedang memotong kayu di depan rumah itu. Dia tak lain adalah Hadi Saputro (29), pemilik Bambu Jepang Craft.

Pria yang akrab disapa Hadi itu sudi bercerita kepada betanews.id tentang usahanya. Dia membuat kerajinan dari bambu sejak tahun 2015. Biasanya, dia membuat saat ikut memeriahkan acara karnaval, kirab atau lomba antardesa.

Hadi Saputro sedang membuat kerajinan papan nama dari kayu jati Belanda. Foto : Ahmad Rosyidi

“Produk dari bambu hanya saya buat untuk acara tertentu saja. Karena orang tertentu yang mau membeli. Harganya mahal, selain itu juga tidak banyak orang yang suka dari bahan bambu,” terangnya, Selasa (18/2/2020).

Bambu Jepang Craft merupakan nama yang diberikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus kepada produknya. Saat itu digunakan untuk mengisi absensi di sebuah acara. Karena harus ada nama produknya, jadi diberi nama itu dan digunakan hingga sekarang.

“Nama itu sejak tahun 2018, meski menggunakan nama Bambu Jepang, tetapi saat ini produksi saya kebanyakan dari kayu jati Belanda. Saya mengikuti permintaan pasar, yang lagi ramai apa ya saya bikin,” terang anak pertama dari dua bersaudara itu.

Dari bahan kayu jati Belanda, Hadi membuat gantungan kunci, jam kayu, foto kayu dan papan nama. Harga mulai Rp 2.500 hingga Rp 150 ribu. Untuk produk dari bambu hanya dibuat jika ada pesanan atau acara tertentu, dengan harga mulai Rp 2.500 hingga Rp 1,5 juta.

Souvenir dari bahan kayu jati Belanda saat ini sudah dipasarkan secara online. Untuk konsumen sendiri hampir dari seluruh Indonesia. Menurutnya pesanan ramai saat musim pernikahan. Penghasilan bersih Hadi dalam sepekan minimal Rp 500 ribu. Untuk pemesanan saat ramai harus menunggu sekitar satu pekan.

“Kalau musim nikah, saya sampai kewalahan. Pernah ada yang membantu tetapi hasilnya kurang maksimal dan harus mengulang. Jadi saat ini saya kerjakan sendiri,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Tinggalkan Balasan

20,596FansSuka
13,415PengikutMengikuti
4,309PengikutMengikuti
10,120PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler

1,8 Juta Warga Jateng Akan Terima BLT, Anggaran Rp 1,4 T Sudah Disiapkan

BETANEWS.ID, SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jateng telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,4 triliun untuk menanggulangi kasus penyebaran virus corona. Dana tersebut akan...

Polisi Kudus Datang, Kerumunan Muda-Mudi Tunggang-Langgang

BETANEWS.ID, KUDUS - Suara sirine dari mobil polisi memecah suasana malam di sekitar GOR Bung Karno Kudus, Sabtu (28/3/2020) malam. Dari pengeras...

Produksi Dupa di Kudus Terdampak Corona

BETANEWS. ID, KUDUS - Aroma dupa tercium di sebuah ruangan berukuran 4,5 x 3 meter di Desa Loram Kulon, RT 01 RW...

Peduli Pencegahan Corona, Pemdes Jepang Adakan Penyemprotan Disinfektan

BETANEWS.ID, KUDUS - Sebuah mobil pick up terlihat melintas di sebuah jalan di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Terdengar suara dari...

Jokowi ke Gubernur: Tirulah Jateng, Anggarkan Warga Terdampak Corona!

BETANEWS.ID, SEMARANG - Presiden Jako Widodo memerintahkan semua kepala daerah untuk meniru langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi kasus dan dampak...

Perangi Covid-19, Rumah Warga Ketitang Wetang Kembali Disemprot Disinfektan

BETANEWS.ID, PATI -Wabah Covid-19 kian membuat warga berbondong-bondong mencari langkah-langkah pencegahan awal. Tak terkecuali warga Desa Ketitang Wetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati...

Sembilan Jurnalis Pati yang Kontak dengan Mbah Roso Dinyatakan Negatif Covid-19

BETANEWS.ID, PATI – Sembilan wartawan di Kabupaten Pati telah menjalani rapid test, yang diadakan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati di halaman Stadion...