Layangan Bentuk Pocong Dijual di Peganjaran, Pada Penasaran tapi Takut Beli

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan layangan aneka bentuk tampak terpajang pada seutas tali di tepi Jalan Lingkar Utara, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Di antara puluhan layangan tersebut, terlihat seorang pria sedang sibuk melayani pembeli. Pria tersebut bernama Agus Dower (40) penjual layangan musiman.

Di sela aktifitasnya itu, dia mengaku bekerja sebagai pedagang musiman. Setiap musim berubah, dan ada barang yang laku dan lagi diminati pasti ia ikut menjualnya. Contohnya saat ini, musim kemarau dan layangan lagi banyak peminat, dia pun berjualan layangan.

Agus melayani pembeli layangan di lapaknya yang berada di tepi jalan Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus. Foto: Rabu Sipan.

“Saya itu bisa disebut penjual musiman. Setiap musim apa dan barang apa yang lagi ramai, pasti saya ikut jual. Barang apa saja di tangan saya dijamin bisa laku dan jadi uang,” ujar Dower Kepada Betanews.id, Jumat (4/9/2020).

-Advertisement-

Warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu mengatakan, sebelum jualan layangan, ia pernah jualan telo gondeng, jambu Demak, jam tangan, boneka emotion, senter laser, dan lain sebagainya.

Baca juga: Pilih Buat Layangan Karekter daripada Petekan, Ternyata Untungnya Lima Kali Lipat

“Saya berjualan itu sudah 10 tahunan. Setelah malang melintang 20 tahun jadi tukang kayu di Jepara. Saya jadi pedagang musiman berharap bisa dapat penghasilan lebih untuk penuhi kebutuhan keluarga,” bebernya.

Pria yang dikaruniai empat anak itu menuturkan, berjualan layangan aneka karakter sejak dua pekan yang lalu. Layangan yang dijualnya itu didatangkan dari Semarang. Dia yakin kalau lagi musimnya, layangan tersebut pasti banyak peminatnya.

Lebih lanjut, dia pun merinci aneka layangan yang dijualnya. Di antaranya, layangan  segitiga ukuran kecil bergambar kartun yang dihargai Rp 30 ribu dan layangan burung dan kupu-kupu Rp 15 ribu. Ada juga layangan yang agak besar berbentuk burung hantu, burung garuda yang bisa dilipat yang dijual dengan harga Rp 70 ribu, sedangkan aneka sowangan dibanderol mulai Rp 60 ribu.

“Kami juga ada layangan bentuk pocong harganya Rp 100 ribu. Sebenarnya banyak yang bertanya layangan pocong, tapi belinya pasti layangan lainnya. Mungkin karena harganya,” ungkapnya.

Baca juga: Mbah Parwan, Perajin Layangan Legendaris Asal Kudus

Aneka layangan yang dijualnya itu tambahnya, yang paling laris yakni layangan segitiga bergambar kartun. Sebab layangan tersebut disukai banyak anak-anak, dan harganya lebih terjangkau. Selain layangan, ia juga menyediakan benang untuk menerbangkan layangan.

Selama berjualan layangan, diakuinya lumayan laris. Setiap hari kata dia, ada saja yang beli aneka layangan yang dijualnya. Pelanggannya, tuturnya kebanyakan orang sekitaran Kudus. Namun tak jarang pula ada orang Jepara yang melintas terus mampir ke lapak dan membeli layangan.

“Semoga jualan layangan makin lancar dan laris,” tukas Dower.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER