31 C
Kudus
Sabtu, Januari 16, 2021
Beranda Kesehatan Masuki Musim Hujan,...

Masuki Musim Hujan, Inilah Berbagai Penyakit yang Wajib Diwaspadai

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, sejumlah kendaraan tampak terparkir di halaman Dinas Kesehatan Kudus. Memasuki ruangan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) dinas tersebut, terlihat seorang pria sedang sibuk dengan laptop yang ada di mejanya. Dia yakni Nuryanto (48) yang akan berbagi informasi tentang musim pancaroba yang biasanya rentan penyakit.

Kepada betanews.id, Kepala seksi P2PM itu mengatakan, di saat musim pancaroba sebaiknya menjaga imun tubuh. Terutama di masa pandemi seperti ini, harus menjaga pola hidup sehat dan meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak rentan terserang penyakit.

Menurutnya, jika daya tahan tubuh rendah, penyakit akan mudah masuk. Untuk meningkatkan kekebalan tubuh humoral dan seluler, dapat dari makanan atau asupan gizi, kebersihan diri, dan lingkungan.

“Selain itu juga dengan spiritual, berpikir positif, dan tidak stres. Jika dua fakor terpenuhi semua, semoga kekebalan tubuh kita meningkat dan tidak terkena penyakit,” katanya, Rabu (30/9/2020).

Baca juga: DBD Mengintai, Ini Tips Dinas Kesehatan Agar Aman dari Penyakit Mematikan Itu

Menurutnya, ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus. Bakteri biasanya ditularkan hewan atau binatang. Ada beberapa bakteri yang sering menjadi penyakit di saat musim pancaroba dan penghujan.

“Seperti penyakit kusta, frambusia, cacingan, dan juga leptospirosis yang disebabkan dari kencing tikus. Selain itu juga penyakit DBD yang biasanya meningkat saat memasuki musim penghujan. Virus lain juga perlu kita antisipasi seperti HIV, Hepatitis, atau Covid-19,” terang warga Desa Gulantepus, RT 02 RW 03, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus itu.

Nuryanto juga mengungkapkan kekhawatirannya jika warga saat ini cenderung menghindari untuk datang ke layanan kesehatan. Hal tersebut bisa berakibat fatal karena terlambat mendapat penanganan.

“Biasanya musim seperti ini kasus DBD cenderung meningkat. Sedangkan warga jika sakitnya tidak parah tidak mau ke rumah sakit. Dampaknya bisa fatal kalau terlambat penanganan,” tegasnya.

Baca juga: 3 Tips Perawatan dari Mili Dental Care untuk Gigi Lebih Sehat

Penyakit DBD biasanya rentan terhadap anak-anak usia dibawah 15 tahun. Dia juga menjelaskan, jika ada tanda-tanda demam tinggi, muntah, nyeri tekan pada perut, gangguan lambung dan saluran pencernakan, nyeri pada otot tubuh, kaki dan tangan dingin, langsung saja dibawa ke Puskesmas.

Saat ini pihaknya sedang mengadakan deteksi dini adanya DBD. Setiap Puskesmas sudah disediakan Rapid NS1 untuk pemeriksaan penyakit demam berdarah. Tes tersebut tidak dipungut biaya karena sudah ditanggung Pemerintah Daerah.

“Agar bisa dilakukan penanganan secara maksimal. Jika diobati sendiri biasanya bisa turun panas, tetapi penyakitnya masih ada. Kalau terlambat mendapat penanganan dan trombosit sudah sangat rendah. Obat dan cairan ke tubuh sudah tidak bisa masuk, bisa berakibat fatal,” tutup Nuryanto.

Editor: Ahmad Muhlisin

Tinggalkan Balasan

27,870FansSuka
14,114PengikutMengikuti
4,311PengikutMengikuti
26,722PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler