31 C
Kudus
Selasa, September 21, 2021
spot_img
BerandaKUDUSKenji, Petani dari...

Kenji, Petani dari Pati yang Pertama Melakukan Pembibitan Parijoto di Jepara

BETANEWS.ID, KUDUS – Sore itu, Jumat (16/10/2020), seorang pegiat pertanian dari Kabupaten Pati bernama Kenji (41) membagikan cerita kepada betanews.id melalui telephone. Dia berkomentar terkait pemberitaan parijoto yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tanaman varietas khas Jepara. Dia berharap, tetap bisa menjujung kebersamaan para pegiat pertanian. Karena satu lereng dan sama-sama bertujuan untuk menjaga.

“Bukan keberatan, tapi lereng Muria kan ada tiga Kabupaten, Kudus, Pati dan Jepara. Kita pegiat pertanian malah saling mendukung, tidak ada persaingan,” jelasnya.

Baca juga : Terkait Parijoto, Pegiat Pertanian Desa Tempur Jepara Minta Maaf ke Kudus dan Pati

- Ads Banner -

Sejak Tahun 2009, Kenji sudah melakukan pembibitan di Dukuh Semliro, Rahtawu, Kudus. Kemudian pada Tahun 2013, ia mulai kenal petani di Desa Tempur, Jepara dan melakukan pembibitan parijoto di sana.

“Tahun 2009 pembibitan di Daerah Rahtawu, Dukuh Semliro. Kalu di Jepara sendiri, mulai sekitar Tahun 2013. Waktu itu, baru sedikit tanaman parijoto di sana, dan belum dimanfaatkan. Bibit yang kami kirim ke sana ada sekitar 1.500an, tetapi banyak yang mati,” katanya.

Kemudian dia juga mulai komunikasi dengan pegiat pertanian dari Kudus. Hingga saat ini, Kenji masih berkomunikasi baik dengan pegiat pertanian Kudus dan Jepara.

“Waktu itu di Colo kekurangan untuk oleh-oleh peziarah Makam Sunan Muria. Selain itu juga di Colo ada produsen pengolahan parijoto. Jadi hingga saat ini, Pati dan Jepara masih memasok parijoto ke Kudus,” terang warga Dukuh Pondokan, RT 01 RW 11, Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Pati, itu.

Baca juga : Parijoto Diklaim Jepara, Petani Colo: ‘Kenapa Pemkab Kudus Tak Baca Potensi Itu?’

Dirinya berharap, para petani lereng Gunung Muria bisa sejahtera. Selain itu dia juga tidak ingin dengan adanya klaim tersebut memecah belah dan menimbulkan persaingan bagi para pegiat pertanian khususnya.

“Karena hal ini, jadi ada permintaan maaf dari teman pegiat pertanian di Jepara. Itu hal yang wajar jika mereka merasa sungkan. Karena pembibitan dan pembinaan di sana tidak lepas dari kami pegiat pertanian dari Pati dan Kudus,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

Lipsus 7 - Sejarah Kereta Api Pertama di Indonesia dan Reaktivasi Jalur Semarang-Lasem

Tinggalkan Balasan

30,414FansSuka
14,922PengikutMengikuti
4,321PengikutMengikuti
52,135PelangganBerlangganan

Berita Terpopuler