BETANEWS.ID, KUDUS – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan program Bersih, Indah, Sehat, dan Aman (BISA) untuk destinasi wisata di Kabupaten Kudus. Program tersebut diadakan guna memulihkan wisata yang sempat tutup karena Covid-19.
Kepala Subdirektorat Kelembagaan Regional II, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf RI Hendry Noviardi menuturkan, dalam program BISA di Kudus, pihaknya mengajak masyarakat untuk melakukan bersih-bersih di Taman Ria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Menurutnya, dengan kondisi tempat wisata yang bersih, indah, sehat, dan aman, wisatawan akan kembali berwisata setelah sekian lama tutup karena Covid-19.
“Gerakan BISA ini merupakan langkah untuk melaksanakan protokol kesehatan di tengah pandemi dan memulihkan perekonomian wisata,” tuturnya saat memberikan sambutan, Kamis (21/8/2020).
Baca juga: Semua Destinasi Wisata Milik Pemda Kudus Sudah Dibuka Kembali
Selain mengajak masyarakat untuk menjalankan Program BISA, pihaknya juga memberikan fasilitas berupa alat mencuci tangan dan perlengkapan protokol kesehatan lainnya.
“Sebenarnya wisatawan yang datang bukan hanya melihat keindahannya saja. Melainkan, mereka juga ingin tempat wisata bersih dan aman,” jelasnya.
Menurut Hendry, dari catatan Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI), destinasi wisata di Indonesia dari sisi kebersihan dan kesehatan berada di peringkat ke-104 dari 140 negara. Sedangkan dari sisi keamanan dan keselamatan, Indonesia menduduki peringkat 80.
“Salah satu tujuan kegiatan ini juga untuk meningkatkan peringkat Indonesia,” tuturnya.
Selain dihadiri oleh perwakilan Kemenparekraf, kegiatan tersebut juga dihadiri Plt Bupati Kudus HM Hartopo dan anggota Komisi X DPR RI KH Rojih Ubab Maimoen. dDalam acara itu juga menampilkan potensi wisata buah, kopi, dan madu di Desa Wisata Colo, Japan, dan Dukuhwaringin.
Baca juga: Melihat Tradisi Wiwit Kopi di Lereng Pegunungan Muria di Masa Pandemi
Plt Bupati Kudus HM Hartopo sangat mengapresiasi adanya gerakan BISA. Menurutnya, dengan kondisi tempat wisata yang bersih, indah, sehat, dan aman, wisatawan akan banyak yang datang ke Kudus.
“Harapan saya destinasi wisata di Kudus lebih berkembang dan perekonomian bisa berjalan lancar,” tuturnya.
Hartopo menuturkan, sebenarnya di Kudus banyak potensi wisata baru yang perlu dikembangkan. Namun, saat ini kondisi dana APBD Kabupaten Kudus tidak dapat mengcover keseluruhan destinasi wisata. Maka dari itu, dirinya meminta Kemenparekraf agar memberikan bantuan dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Ini perlu ada dukungan dari DAK Kemenparekraf dan dana aspirasi dari DPR RI untuk mengembangkan destinasi wisata di Kudus,” tukas Hartopo.
Editor: Ahmad Muhlisin

