BETANEWS.ID, KUDUS – Pedagang dan pengunjung Pasar Beru kompak mengambil sikap sempurna saat Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tepat pukul 10.17 hingga 10.20 WIB, mereka berdiri di lapak masing-masing sambil mendengarkan suara sirine melalui alat megaphone. Kegiatan sosialisasi sikap sempurna tersebut dilakukan Karang Taruna Sari Utomo, Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus.
Satu di antara pedagang yakni Sulistyowati (55). Dia yang berdagang buah dan kelontong mengaku tidak keberatan mengikuti sikap sempurna dengan cara berdiri tegap. Menurutnya, sikap sempurna tersebut termasuk cara untuk menghormati para pejuang kemerdekaan yang sudah gugur.

Baca juga : HUT ke-75 Kemerdekaan RI, Hartopo Minta Anak Muda Banyak Inovasi dan Kreativitas
“Bagus ada intruksi seperti ini. Kami sangat antusias. Tadi saya juga ikut berdiri,” tuturnya saat ditemui di lapaknya di Pasar Baru, Senin (17/8/2020).
Dia menuturkan, saat berdiri tegap, Sulistyowati juga mendoakan para pejuang kemerdekaan. Selain itu, dia juga berdoa agar Covid-19 segera berakhir.
“Saya berdoa wabah ini segera sirna. Kami berharap agar pemerintah juga selalu memperhatikan rakyat kecil. Kami diberi masker saja sudah cukup. Ini langsung saya pakai,” tuturnya sambil menunjukkan masker yang diberi Karang Taruna Sari Utomo.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Sari Utomo Nandar Hidayat (29) menuturkan, kegiatan sosialisasi melakukan sikap sempurna sudah dilakukan sejak tiga hari sebelum tanggal 17 Agustus 2020. Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan yakni berkeliling ke seluruh pemukiman Desa Gondosari, Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus.
“Kami dibantu Polsek Gebog dan Pemerintah Desa Gondosari dalam melakukan sosialisasi tersebut. Jadi keliling dari RW 01 hingga 11,” tuturnya.
Pada saat tanggal 17 Agustus 2020, mereka melakukan sosialisasi ke sejumlah tempat ramai sambil mengenakan pakaian kebaya dan Kudusan. Mereka juga membagikan masker kepada masyarakat.
“Jadi untuk putri mengenakan pakaian kebaya, sementara putra mengenakan kemeja putih dan sarung batik serta ikat kepala khas Kudus. Itu untuk menunjukkan semangat kemerdekaan,” jelasnya.
Baca juga : Bunyi Lonceng dari Gereja Santo Yohanes Evangelista Kudus Iringi Detik-detik Proklamasi
Selain itu, dalam momentum HUT Kemerdekaan Indonesia ke-75, Karang Taruna Sari Utomo juga menyelenggarakan lomba menyanyi dan menari secara virtual. Dirinya berharap, walau kondisi pandemi masyarakat tetap menghayati serta memeriahkan kemerdekaan Indonesia.
“Ada juga lomba desain gapura. Nanti hasilnya kami akan usulkan ke pemerintah desa supaya dibuat. Desa kami belum ada gapura yang biasanya di jalan masuk desa,” tuturnya.
Editor : Kholistiono

