31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

HUT ke-75 Kemerdekaan RI, Hartopo Minta Anak Muda Banyak Inovasi dan Kreativitas

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten Kudus menyelenggarakan upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia. Tidak seperti tahun sebelumnya, upacara tahun ini tidak dilaksanakan di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus, melainkan di halaman Pendapa Kabupaten Kudus. Pelaksanaan upacara pun terbatas dan dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Terlihat peserta upacara yang berjumlah 75 orang tersebut menghadap ke arah utara. Mereka mengenakan setelan jas hitam bagi PNS dan seragam dinas bagi TNI dan Polri. Tak lupa, keseluruhan mengenakan masker dan berjarak satu meter antar barisan.

Plt Bupati Kudus HM Hartopo saat menjadi inspektur upacara. Foto: Imam Arwindra

Baca juga : Bunyi Lonceng dari Gereja Santo Yohanes Evangelista Kudus Iringi Detik-detik Proklamasi

-Advertisement-

Bertugas sebagai inspektur upacara yakni Plt Bupati Kudus HM Hartopo dan komandan upacara yakni Kapten Inf Herlianto dari Kodim 0722/Kudus.

Menurut Hartopo, dalam momentum kemerdekaan Indonesia ke-75 ini, dirinya meminta masyarakat terutama generasi muda agar terus melakukan inovasi dan kreativitas. Hal tersebut seiring memasukinya era Industri 4.0.

“Kita mengisi kemerdekaan ini dengan macam inovasi dan kreativitas. Sehingga kita akan semakin maju,” tuturnya saat ditemui selepas upacara, Senin (17/8/2020).

Hartopo menuturkan, saat ini perjuangan jauh lebih berat ketimbang zaman dahulu. Dulu perjuangan lebih mudah karena mengusir penjajah, namun saat ini lebih sulit karena harus melawan saudara sendiri.

Dengan kondisi seperti ini, pihaknya meminta masyarakat Kudus agar selalu kompak dan gotong royong. Walau pun berbeda ras, suku, agama, adat dan bahasa, harus selalu bersatu. Agar Indonesia semakin maju.

“Terutama saat pandemi seperti ini. Kita harus kompak dan gotong royong. Yakin kita akan melewatinya,” terangnya.

Baca juga : Anggota Paskibra Kabupaten Kudus Dikukuhkan, Arjuna : ‘Ini Impian Saya Sejak Kecil’

Selain itu, pihaknya juga membacakan amanat dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurutnya, ada cerita dari seseorang yang ditemui Ganjar di Dusun Girpasang, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten. Yakni bernama Mbah Padmo.

Mbah Padmo yang berasal dari desa terpencil di lereng Gunung Merapi menuturkan, bahwa hidup itu walau berat harus dijalankan. Tidak boleh gelisah atau mengeluh. Jangan berhenti walau kaki sudah sakit.

“Urip kui senajan abot tetep dilakoni. Ojo sambat kan ngeluh. Ojo mandek senajan dengkul dredeg. Intinya warga harus selalu bersyukur apa pun kondisinya,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER