Guru SMP Kanisius Teliti Sisa Nasi, Hasilnya Setahun Dapat 51 Ferrari

BETANEWS.ID, KUDUS – Martinus Basuki Sugita (57) tampak berkutat dengan sejumlah kertas di Laboratorium Biologi di SMP Kanisius Kudus, Selasa (28/7/2020). Belakangan ini, dirinya memang lebih banyak menghabiskan waktu di ruangan itu. Membaca ulang kertas-kertas yang ia tempel di dinding, dan menghitung angka-angka hasil penelitiannya.

Hasilnya, Basuki telah menyelesaikan penelitian soal sisa nasi warga Indonesia selama setahun yang kalau dihitung bisa mencapai Rp 515 miliar. Dengan uang sebesar itu, bisa digunakan untuk membeli 51 mobil Ferrari 458 Spider yang harganya Rp 10 miliar.

Basuki sedang menghitung nasi untuk sumber penelitiannya di Laboratorium Biologi SMP Kanisius Kudus, Selasa (28/7/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

“Dari penelitian saya menemukan hasil Rp 515.375.026.875, itu bisa membeli mobil Ferrari 458 Spider yang harganya Rp 10 miliar. Itu saya ambil rata-rata jika setiap makan orang menyisakan tiga butir nasi,” terang guru matematika itu.

-Advertisement-

Untuk mencari nilai ekonomis sisa nasi putih, Basuki menggunakan tiga tahapan. Tahap pertama mencari nilai harga satu butir nasi putih, kedua menghitung manual sisa nasi putih sehabis makan, dan terakhir mencari jawaban lewat kuisioner yang disebar acak di media sosial. Untuk respondennya ditentukan berusia 10 tahun ke atas dengan alasan usia tersebut orang bebas mengambil nasi sendiri bukan diambilkan orang lain semisal orang tua.

Baca juga: Berbekal Ilmu Elektro yang Dipelajari Ketika SMP, Suyuti Ciptakan Mesin Penetas Telur

Dalam melakukan penelitian, Basuki mengambil sampel 15 warung makan di sembilan kecamatan yang ada di Kudus. Kemudian Kodya Semarang, Demak, Jepara, dan Pati. Itu semua dilakukan acak mulai warung di pasar, pinggir jalan, rumah makan padang, sampai restoran ternama. Dari kumpulan sampel tersebut, diperoleh data nilai ekonomis dari satu butir nasi putih adalah Rp 0,7234.

“Nasi yang dibeli dari warung atau restoran saya timbang beratnya lebih dulu. Kemudian semua harga dikonversi ke Rp 250 dan ditimbang lagi. Nasi putih senilai Rp 250 itulah yang dihitung setiap butirnya. Dengan perhitungan matematika sederhana akan mudah diperoleh harga satu butir nasi putih,” terang warga Desa Kaliputu, RT 01 RW 03, Kecamatan Kota Kudus itu.

Kemudian dirinya melanjutkan penelitian dengan penghitungan manual. Dari perhitungan manual 223 responden yang tersebar mulai Weleri (Kendal), Semarang, Kudus, sampai Surabaya, rata-rata potensi sisa nasi putih sehabis makan mencapai 19 butir.

“Responden ini memang saya meminta sejumlah orang untuk menghitung sisa nasi setelah mereka makan. Dan rata-rata nasi yang tersisa sehabis makan yaitu 19 butir,” sambungnya sambil menunjukan angka hasil penelitian.

Baca juga: Pelajar MAN 1 Kudus Buat Plastik Bisa Dimakan, Raih Medali Emas di Malaysia

Tidak berhenti di sana, Basuki juga membuat kuisioner rata-rata sisa nasi putih. Responden tersebut dari berbagai kota di Pulau Jawa, sampai Kupang dan Sumatera Utara. Dari jawaban 434 responden melalui media sosial, hasilnya berbeda jauh jika dibanding metode perhitungan manual.

“Jika perhitungan manual rata-rata sisa nasi 19 butir,  sementara dari metode kuisioner tercatat dalam rentang 0-5 butir. Mayoritas responden sebanyak 77,4 persen menyisakan nasi putih 0-5 butir, sedang sisa rentang 5-10 butir dipilih 10,4 persen responden,” beber Basuki.

Lantaran ada perbedaan rata-rata sisa nasi perhitungan manual dan kuisioner, dirinya kemudian mengambil rata-rata. Untuk itu sisa nasi putih diambil dari nilai rata-rata terendah di rentang 0-5 atau 3 butir sisa nasi putih per satu orangnya.

Baca juga: Unika Soegijapranata Semarang Temukan Alat Pelumpuh Covid-19

“Kemudian 3 butir tersebut dikalikan 3, karena orang makan 3 kali dalam sehari. Baru dikalikan 365 hari dalam satu tahun, dan kita kalikan jumlah penduduk yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Indonesia 2018 berusia 10 tahun ke atas tercatat 216.875.000 orang. Berarti potensi kerugian ekonomis dari sisa nasi putih dengan rumusan (sisa nasi per hari X jumlah hari setahun X nilai 1 butir nasi putih X jumlah penduduk berusia 10 tahun ke atas) adalah (9 X 365 X Rp 0,7234 X 216.875.000)  atau setara Rp 515.375.026.875 per tahun.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER